HJG ke-213, DPPKBPPA Garut Gelar Bakti Sosial KB MOW untuk Tekan Kemiskinan dan AKI-AKB
SuaraGarut.id – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke-213, Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DPPKBPPA) Kabupaten Garut menggelar bakti sosial pelayanan Keluarga Berencana (KB) Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP), khususnya Medis Operasi Wanita (MOW), Sabtu (14/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Klinik Bunda Aliya dan menyasar peserta prioritas dari keluarga Desil 1 sampai 5, yakni kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling rendah.
Kepala DPPKBPPA Kabupaten Garut, Drs. Yayan Waryana, M.Si., didampingi Kepala Bidang KB Irna Susanti, SE., M.Si., MM, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam pengendalian penduduk sekaligus peningkatan kualitas keluarga.
“Dalam rangka memperingati Hari Jadi Garut yang ke-213, kami dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak Kabupaten Garut bekerja sama dengan Klinik Bunda Aliya menyelenggarakan bakti sosial pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang, yaitu Medis Operasi Wanita,” ujar Yayan.
Ia menyebutkan, sebanyak kurang lebih 70 peserta telah terdaftar dan mengikuti pelayanan tersebut. Peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut, di antaranya Pakenjeng, Banjarwangi, Malangbong, Karangpawitan, Cilawu, Cikajang, dan Cisurupan.
Menurut Yayan, kegiatan ini diprioritaskan bagi keluarga yang masuk dalam kategori Desil 1 sampai 5 sebagai bentuk keberpihakan kepada masyarakat kurang mampu.
“Ini sebagai upaya bagaimana menekan angka kemiskinan serta menekan tingginya angka kematian ibu serta angka kematian bayi di Kabupaten Garut,” jelasnya.
Sementara itu, Kabid KB Irna Susanti menambahkan bahwa pelayanan MOW merupakan salah satu metode kontrasepsi jangka panjang yang efektif dan aman bagi perempuan yang telah memiliki jumlah anak ideal serta tidak merencanakan kehamilan kembali.
Ia menegaskan bahwa sebelum tindakan dilakukan, seluruh peserta telah melalui proses skrining kesehatan, konseling, serta mendapatkan edukasi terkait manfaat dan risiko prosedur. Hal ini dilakukan untuk memastikan pelayanan berjalan sesuai standar medis dan menjunjung tinggi prinsip keselamatan pasien.
Irna juga menyampaikan bahwa program ini tidak hanya berorientasi pada pengendalian jumlah kelahiran, tetapi juga peningkatan kualitas hidup keluarga, termasuk aspek kesehatan ibu dan anak.
Melalui kegiatan ini, DPPKBPPA Kabupaten Garut berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang lebih terencana, sehat, dan sejahtera, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Semoga kita semua bisa mengemban amanah ini dengan baik untuk menciptakan dan mewujudkan Garut Hebat dan Sehat,” pungkasnya.
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 70 akseptor mendapatkan pelayanan KB Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MOW). Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan peserta prioritas yang berasal dari 10 kecamatan dengan kategori tertinggi Desil 1–5.
Adapun rinciannya, Kecamatan Karangpawitan sebanyak 10 akseptor, Banjarwangi 8 akseptor, Malangbong 5 akseptor, Pakenjeng 2 akseptor, Cisurupan 8 akseptor, Singajaya 4 akseptor, Cikajang 2 akseptor, serta Garut Kota 1 akseptor.
Sementara sisanya berasal dari sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Garut yang turut mengikuti pelayanan pada hari tersebut.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.