Iran Tegaskan Selat Hormuz Belum Akan Dibuka Selama Komitmen AS soal Lebanon Belum Dipenuhi


[Selat Hormuz/revalueacademy.id]

SuaraGarut.id - Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap ditutup selama Amerika Serikat belum memenuhi komitmen dalam Islamabad Memorandum of Understanding (MoU), khususnya terkait penghentian konflik dan jaminan integritas teritorial Lebanon. Sikap tersebut disampaikan oleh sumber yang disebut dekat dengan tim negosiasi Iran di tengah berlanjutnya perundingan antara Teheran dan Washington.

Menurut sumber tersebut, pembukaan kembali jalur pelayaran strategis itu tidak dapat dipisahkan dari perkembangan situasi di Lebanon. Selama aksi militer Israel di wilayah tersebut masih berlangsung dan tidak ada jaminan terhadap kedaulatan Lebanon, pembahasan isu lain dinyatakan belum bisa dilanjutkan.

"Jika kejahatan Israel di Lebanon berlanjut dan integritas teritorial Lebanon tidak dijamin, tidak ada negosiasi mengenai isu-isu lain yang akan berlangsung," kata sumber dekat tim negosiasi Iran tersebut, mengutip Tasnim.

Sumber itu juga menyinggung isi Islamabad MoU yang disebut menjadi dasar sikap Iran. Ia merujuk pada keterkaitan antara klausul penghentian konflik dan klausul yang mengatur pembukaan akses pelayaran aman di Selat Hormuz.

"Sebagaimana dinyatakan secara eksplisit dalam Klausul 13 dari MoU Islamabad, kegagalan Amerika Serikat untuk memenuhi komitmennya berdasarkan Klausul 1 berarti Klausul 5 juga tidak akan diimplementasikan, dan ini berarti Selat Hormuz tidak akan dibuka kembali," ucapnya lagi.

Dalam penjelasannya, Klausul 1 MoU disebut memuat seruan penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk di Lebanon, serta jaminan terhadap integritas teritorial negara tersebut. Sementara Klausul 5 mengatur kewajiban Iran untuk memastikan kapal-kapal dagang dapat melintas dengan aman melalui Selat Hormuz. Adapun Klausul 13 menetapkan bahwa pembahasan isu lain baru dapat dilakukan setelah implementasi sejumlah klausul utama berjalan.

Sumber tersebut menambahkan, ada sejumlah syarat yang menurut Iran harus dipenuhi secara bersamaan sebelum Selat Hormuz dibuka kembali. Selain implementasi penghentian perang di semua lini termasuk Lebanon, Iran juga menuntut pelepasan sebagian asetnya sesuai MoU, pelaksanaan pemahaman awal bersama Qatar, pencabutan blokade secara penuh, hingga penerbitan pengecualian untuk penjualan minyak, petrokimia, dan produk turunannya.

"Pencabutan blokade laut terhadap Iran saja tidak cukup untuk pembukaan kembali Selat Hormuz berdasarkan Klausul 5," katanya.

Pernyataan ini memperlihatkan posisi Iran yang tetap keras dalam negosiasi. Teheran menilai pembukaan Selat Hormuz bukan hanya soal akses pelayaran atau pelonggaran blokade, melainkan berkaitan langsung dengan pelaksanaan seluruh komitmen Amerika Serikat dalam nota kesepahaman tersebut, termasuk penyelesaian konflik di Lebanon.

Sikap itu disampaikan di tengah perundingan antara Iran dan Amerika Serikat yang masih berlangsung di resor Bürgenstock, Swiss, sejak Sabtu dan dijadwalkan berlanjut sepanjang pekan ini. Negosiasi tersebut menjadi perhatian internasional mengingat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran energi paling vital di dunia.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.