Kunjungan Wisatawan TWA Gunung Papandayan Awal 2026 Lebih Rendah Dibanding Natal, Hiking Masih Dominan
SuaraGarut.id - Tingkat kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Papandayan pada hari pertama Tahun Baru 2026 tercatat lebih rendah dibandingkan momen Natal 2025. Hal tersebut disampaikan Manajer Operasional TWA Gunung Papandayan, Aminta Kaban, saat ditemui di kawasan Gunung Papandayan, Kamis (1/1/2026).
Aminta menjelaskan, jumlah pengunjung pada 1 Januari 2026 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan kunjungan pada 25 Desember lalu.
“Kalau dilihat dari Natal kemarin dengan tanggal 1 Januari tahun baru 2026 ini, memang jumlah pengunjungnya lebih sedikit,” ujar Aminta.
Meski demikian, secara umum kunjungan wisatawan selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih menunjukkan tren positif, khususnya pada akhir pekan. Menurutnya, peningkatan kunjungan pada weekend bisa mencapai sekitar 15 persen, sementara pada hari kerja (weekday) masih tergolong normal.
“Kalau rata-rata Nataru, kenaikan itu biasanya terjadi di weekend, sekitar 15 persen. Tapi di weekday relatif biasa,” jelasnya.
Dari sisi aktivitas wisata, Aminta mengungkapkan bahwa kunjungan ke TWA Gunung Papandayan masih didominasi oleh wisatawan yang melakukan aktivitas hiking. Meski begitu, pihak pengelola juga berharap minat wisata camping terus meningkat, mengingat Papandayan memiliki beberapa camping ground unggulan.
“Dominasi pengunjung memang hiking. Tapi kita juga berharap yang camping datang, karena kita punya tiga camping ground, yaitu Teras Ciseke, David Gopher Hood, dan Salada,” katanya.
Selain jalur pendakian, daya tarik utama TWA Gunung Papandayan terletak pada panorama alam dan pemandangan matahari terbit (sunrise). Fasilitas pendukung lainnya seperti kolam terapi dan cottage juga tersedia bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih santai.
Terkait akomodasi, Aminta menyebutkan bahwa tingkat hunian cottage mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun secara keseluruhan, total kunjungan wisatawan pada 2025 hingga awal 2026 tetap mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2024.
“Kalau secara keseluruhan ada peningkatan sekitar 10 sampai 15 persen dibandingkan tahun 2024,” ungkapnya.
Sementara itu, untuk wisatawan mancanegara, Aminta mengakui jumlahnya masih relatif minim. Dalam satu bulan, rata-rata kunjungan wisatawan asing berkisar antara 20 hingga 30 orang, dengan aktivitas yang didominasi oleh hiking.
“Wisatawan mancanegara itu biasanya datang untuk hiking. Kalau per bulan kurang lebih 20 sampai 30 orang,” katanya.
Ia juga menjelaskan bahwa jarak tempuh menuju camping ground di area 9 dan 10 memerlukan waktu sekitar 1,5 hingga 2 jam berjalan kaki. Untuk mendukung kenyamanan pengunjung, pihak pengelola telah bermitra dengan masyarakat sekitar melalui penyediaan jasa porter, guide, dan layanan transportasi wara-wiri.
“Kurang lebih ada 40 sampai 60 porter dan guide yang kita siagakan. Itu di luar tiket masuk dan merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat sekitar,” jelas Aminta.
Terkait tarif, Aminta memastikan tidak ada kenaikan harga tiket masuk pada awal tahun ini. Harga tiket masih sama seperti tahun 2025, yakni Rp40 ribu untuk weekend dan Rp30 ribu untuk weekday.
“Untuk tiket tidak ada kenaikan, tetap sama seperti tahun lalu,” pungkasnya.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.