Beranda Tekan Kemiskinan Ekstrem serta AKI dan AKB, DP2KBP3A Garut Gencarkan Penyuluhan Program KB di Lokus Prioritas

Tekan Kemiskinan Ekstrem serta AKI dan AKB, DP2KBP3A Garut Gencarkan Penyuluhan Program KB di Lokus Prioritas

Oleh, Redaksi
1 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Foto bersama

SuaraGarut.id – Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Garut terus mengintensifkan program Keluarga Berencana sebagai upaya menekan angka kemiskinan ekstrem, Angka Kematian Ibu (AKI), dan Angka Kematian Bayi (AKB). 

Program ini difokuskan pada wilayah lokus prioritas dengan sasaran utama Pasangan Usia Subur (PUS) pada kategori desil 1 sampai dengan 5.

1001318032.jpgPerbesar +

Kepala Dinas DP2KBP3A Kabupaten Garut, Drs. Yayan Waryana, M.Si., menyampaikan bahwa penyuluhan dan pelayanan KB merupakan instrumen penting dalam meningkatkan kualitas hidup keluarga sekaligus menurunkan berbagai indikator kerentanan sosial dan kesehatan.

Program tersebut dilaksanakan sesuai amanat Bupati Garut Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina dengan menyasar 10 kecamatan yang memiliki tingkat kemiskinan dan jumlah PUS desil 1–5 tertinggi di Kabupaten Garut. 

Sasaran ini dipilih agar intervensi pemerintah lebih tepat sasaran dan berdampak langsung pada kelompok masyarakat yang paling membutuhkan.

Dalam upaya tersebut, DP2KBP3A juga terus mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya perencanaan keluarga yang sehat dengan menghindari kondisi 4 Terlalu, yakni terlalu muda melahirkan, terlalu tua hamil kembali, terlalu sering dengan jarak kelahiran yang dekat, serta terlalu banyak jumlah anak.

“Kami terus mensosialisasikan agar pasangan suami istri menghindari 4 Terlalu, yaitu terlalu muda untuk menikah atau melahirkan, terlalu tua untuk hamil kembali, terlalu sering atau jarak kelahiran yang terlalu dekat, serta terlalu banyak jumlah anak,” ujar Yayan Waryana didampingi Kabid KB Irna Susanti, SE., M.Si, M.M

Menurutnya, penguatan program KB pada PUS desil 1–5 tidak hanya berorientasi pada pengendalian kelahiran, tetapi juga sebagai strategi menekan kemiskinan ekstrem melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak dalam keluarga.

“Melalui program KB yang tepat sasaran, kita berupaya menurunkan risiko kematian ibu dan bayi sekaligus memutus mata rantai kemiskinan ekstrem. Perencanaan keluarga yang matang akan berdampak pada kesehatan ibu dan anak, pendidikan, serta kesejahteraan keluarga secara keseluruhan,” tambahnya.

Upaya ini sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Garut dalam mewujudkan tata kelola kependudukan yang berkeadilan dan berkelanjutan. 

DP2KBP3A optimistis, dengan sinergi lintas sektor dan dukungan masyarakat, target penurunan kemiskinan ekstrem serta AKI dan AKB di Kabupaten Garut dapat tercapai secara signifikan.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.