- Oleh Redaksi
- 04, Jul 2026
SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Garut mulai memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi kekeringan yang mulai berdampak pada sektor pertanian. Berbagai upaya mitigasi disiapkan untuk menekan risiko gagal panen, menjaga ketahanan pangan, sekaligus menghindari dampak sosial yang lebih luas.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat memimpin Rapat Koordinasi Mitigasi Kekeringan Sektor Pertanian di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Senin (6/7/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan pentingnya langkah cepat dan antisipatif dari seluruh perangkat daerah dalam menghadapi ancaman kekeringan yang mulai dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah.
"Jadi hari ini kita bertemu semata-mata terkait dengan laporan dari Dinas Pertanian, ada beberapa mulai kejadian kekeringan. Ini sebagaimana yang saya sampaikan di beberapa kesempatan, kita harus responsif, bahkan kita harus proaktif. Jangan nunggu kejadian terjadi baru kita ambil tindakan," ucap Bupati Garut.
Ia menjelaskan, berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim kemarau diperkirakan telah dimulai sejak Mei. Namun, curah hujan yang masih terjadi membuat pola musim menjadi tidak menentu. Meski demikian, laporan mengenai munculnya titik-titik kekeringan dalam sepekan terakhir harus segera ditindaklanjuti.
"Tapi kemudian minggu ini mulai dalam beberapa lokasi sudah ada laporan (kekeringan) jadi menurut saya harus disikapi dengan cepat dan segera jangan sampai terlambat karena menyangkut banyak hal," lanjutnya.
Menurut Syakur, keterlambatan penanganan dapat berujung pada gagal panen yang berdampak terhadap ketersediaan pangan dan memicu persoalan sosial di masyarakat.
"Kita khawatir terjadi masalah sosial, kemana-mana jadinya. Sosial, kelaparan, lain-lain. Sehingga begitu besar dampak yang terjadi, maka kita harus segera memitigasi dan melakukan tindakan-tindakan konkret di lapangan," ucap Syakur.
Untuk mempercepat penanganan, Bupati menginstruksikan seluruh camat dan kepala desa agar aktif melakukan pemantauan kondisi wilayah masing-masing serta segera mengambil langkah mitigasi apabila ditemukan indikasi kekeringan. Langkah tersebut diharapkan mampu meminimalkan dampak terhadap sektor pertanian maupun kehidupan masyarakat.***
Belum ada komentar.