BPBD Garut Siapkan Status Siaga Darurat Kekeringan untuk Percepat Penanganan Musim Kemarau


[Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh/IST]

SuaraGarut.id – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut tengah mempersiapkan penetapan status siaga darurat bencana kekeringan sebagai langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun 2026. Penetapan status tersebut diharapkan dapat mempercepat penanganan apabila terjadi dampak kekeringan di sejumlah wilayah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefuloh, mengatakan usulan penetapan status siaga darurat saat ini sedang dalam proses dan diajukan kepada Bupati Garut.

"Saat ini sedang persiapan, sedang proses diajukan ke bupati, nanti bakal ada surat keputusan bupati soal siaga darurat bencana hidrometeorologi kering," kata Aah Anwar Saefuloh melansir dari Antara.

Menurutnya, kondisi cuaca yang sudah beberapa hari tidak diguyur hujan menjadi salah satu indikator bahwa wilayah Garut mulai memasuki musim kemarau.

BPBD Garut bersama sejumlah instansi terkait telah melakukan koordinasi untuk menyiapkan langkah mitigasi guna mengurangi risiko bencana kekeringan, terutama yang berdampak pada ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

Aah menjelaskan bahwa penetapan status siaga darurat diperlukan sebagai dasar hukum bagi pemerintah daerah dalam melakukan penanganan bencana secara lebih cepat dan terkoordinasi.

"Nantinya akan menjadi payung hukum, sekaligus komando utama dalam pengerahan personel dan logistik," katanya.

Meski demikian, hingga saat ini BPBD Garut belum menerima laporan adanya wilayah yang mengalami kekeringan parah. Kondisi di lapangan masih dinilai relatif terkendali sehingga belum diperlukan penanganan darurat.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk mulai menghemat penggunaan air bersih selama musim kemarau berlangsung. Warga juga diminta segera melaporkan kepada pemerintah apabila wilayahnya mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih akibat kekeringan.

"Sampai saat ini belum ada penanganan, dan belum ada laporan (kekeringan) yang masuk," katanya.

Dengan langkah antisipatif tersebut, BPBD Garut berharap penanganan dampak musim kemarau dapat dilakukan lebih cepat apabila sewaktu-waktu terjadi peningkatan wilayah terdampak kekeringan.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka