- Oleh Redaksi
- 21, Jun 2026
SuaraGarut.id – Pemerintah Kecamatan Tarogong Kaler menggelar Rapat Sosialisasi Kecamatan Tangguh Bencana (KENCANA) di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kamis (25/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana, khususnya kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan (karhutla) selama musim kemarau.
Sosialisasi diikuti oleh perwakilan pemerintah desa dan kelurahan, unsur kewilayahan, relawan, serta berbagai elemen masyarakat di Kecamatan Tarogong Kaler. Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai langkah-langkah mitigasi, kesiapsiagaan, hingga penanganan awal apabila terjadi bencana di wilayah masing-masing.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa upaya mengurangi risiko bencana memerlukan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat.
"Kesiapsiagaan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini kami berharap masyarakat semakin memahami langkah-langkah pencegahan dan penanganan awal apabila terjadi bencana, sehingga risiko yang ditimbulkan dapat diminimalkan," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) memaparkan materi mengenai mitigasi bencana, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pentingnya koordinasi antarinstansi dan warga dalam menghadapi potensi bencana, terutama pada musim kemarau.
Sementara itu, Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) memberikan edukasi tentang pencegahan kebakaran di lingkungan permukiman, penanganan kondisi darurat di tingkat rumah tangga, serta langkah-langkah yang dapat dilakukan masyarakat sebelum petugas tiba di lokasi kejadian.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan tanya jawab. Melalui forum tersebut, peserta berkesempatan menyampaikan berbagai kondisi dan potensi kerawanan bencana yang dihadapi di lingkungan masing-masing sekaligus berkonsultasi mengenai langkah penanganannya.
Pemerintah Kecamatan Tarogong Kaler berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana. Sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat diharapkan dapat membangun lingkungan yang lebih tangguh sehingga keselamatan warga serta keberlangsungan aktivitas sehari-hari tetap terjaga ketika menghadapi berbagai potensi bencana.***
Belum ada komentar.