- Oleh Redaksi
- 21, Jun 2026
SuaraGarut.id – Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyiapkan program beasiswa bagi 80 ribu siswa SMA/SMK swasta guna mencegah anak putus sekolah, khususnya bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi. Setiap siswa penerima beasiswa akan memperoleh bantuan sebesar Rp2,7 juta per tahun.
"Anak-anak sekolah swasta dengan Rp2,7 juta per tahun, hari ini kita 80 ribu yang dikasih beasiswa," kata Gubernur Jabar Dedi Mulyadi saat ditemui di Alun-alun Garut, Rabu 24 Juni 2026.
Dedi Mulyadi menjelaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran khusus untuk membantu puluhan ribu siswa yang menempuh pendidikan di sekolah swasta. Program tersebut diharapkan menjadi solusi bagi siswa yang terancam tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA/SMK karena persoalan biaya.
Menurut dia, keberadaan program beasiswa bagi siswa sekolah swasta itu menunjukkan bahwa cakupan pendidikan gratis di Jawa Barat kini telah mencapai sekitar 90 persen, baik di sekolah negeri maupun swasta.
"Artinya hampir seluruh sekolah di Jawa Barat itu sudah bisa dikatakan 90 persen sudah 'free' dibiayai oleh pemerintah provinsi," katanya.
Ia mengatakan, Pemprov Jabar saat ini telah menjalin kerja sama dengan 1.015 sekolah swasta untuk menampung dan menerima siswa. Kerja sama itu merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mencegah angka putus sekolah sekaligus membantu siswa yang mengalami kendala ekonomi.
Dedi memastikan sekolah swasta yang telah bekerja sama dengan pemerintah provinsi tidak akan menolak siswa. Pemerintah, kata dia, juga telah menyiapkan anggaran untuk mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Sekolah-sekolahnya itu ada di aplikasi, nah, sekolah yang tidak kerja sama tidak muncul di aplikasi," katanya.
Ia menegaskan, kebijakan tersebut menjadi langkah konkret untuk membantu siswa yang terkendala biaya agar tetap dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA/SMK sederajat. Selain itu, program tersebut juga diharapkan dapat membantu sekolah swasta yang selama ini mengeluhkan kekurangan siswa akibat banyaknya peserta didik yang memilih sekolah negeri.
"Sekolah itu memerlukan murid, kan dulu ribut ruang kelasnya kosong. Nah, hari ini enggak akan kosong ruang kelasnya bagi yang mereka bekerja sama dengan Pemprov," katanya.
Dedi juga memastikan anggaran untuk program beasiswa tersebut tersedia melalui pergeseran anggaran pada Dinas Pendidikan yang sebelumnya belum digunakan, kemudian dialihkan untuk kebutuhan yang lebih prioritas.
"Kalau sudah Gubernur menyatakan ada anggarannya tersedia, dan teralokasikan, ya sudah," katanya.***
Belum ada komentar.