Hadapi Musim Kemarau, Disdamkarmat Garut Siagakan Personel dan Armada 24 Jam


[Musim Kemarau Tiba, Disdamkarmat Garut Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran/Diskominfo]

SuaraGarut.id – Memasuki musim kemarau, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut meningkatkan kesiapsiagaan untuk mengantisipasi potensi kebakaran yang kerap meningkat pada periode cuaca kering. Personel disiagakan selama 24 jam penuh, termasuk menyiapkan petugas cadangan untuk memperkuat respons di lapangan.

Kepala Disdamkarmat Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan seluruh pos pemadam kebakaran telah diinstruksikan untuk meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau berlangsung.

“Upaya yang kita lakukan kesiapsiagaan kita 24 jam siaga terus, kita siapkan personel di samping yang jaga, juga ada cadangan,” ujar Usep, melansir dari Kabar Garut.

Selain kesiapan petugas, masyarakat juga diminta berperan aktif dalam mencegah kebakaran dengan lebih berhati-hati saat menggunakan api maupun peralatan yang berpotensi menimbulkan percikan api.

Menurut Eko, sejumlah faktor masih menjadi penyebab dominan kebakaran rumah di Kabupaten Garut. Mulai dari korsleting listrik, kebocoran gas, hingga penggunaan tungku tradisional yang masih digunakan sebagian warga untuk memasak.

“Kebanyakan kebakaran rumah itu karena korsleting, kebocoran gas, terus dari pembakaran juga misalnya tungku,” katanya.

Tak hanya kebakaran bangunan, musim kemarau juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan. Aktivitas membakar sampah atau rumput kering secara sembarangan menjadi salah satu pemicu yang sering menyebabkan api meluas ke area yang lebih luas.

Dalam sepekan terakhir, Disdamkarmat Garut menerima sejumlah laporan kebakaran lahan di beberapa wilayah seperti Kecamatan Banyuresmi, Leles, dan sejumlah kawasan di Garut Selatan. Dugaan sementara, kebakaran tersebut dipicu oleh aktivitas pembakaran yang tidak terkendali.

Meski demikian, petugas berhasil melakukan penanganan dengan cepat sehingga api tidak sempat menjalar ke kawasan permukiman warga.

Berdasarkan data Disdamkarmat, sepanjang Januari hingga Juni 2026 telah terjadi 127 kasus kebakaran rumah warga di Kabupaten Garut. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat musim kemarau diperkirakan masih berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.

Untuk mendukung penanganan kebakaran, Disdamkarmat Garut menyiagakan personel di 10 pos yang tersebar di wilayah utara, tengah, selatan, hingga kawasan perkotaan.

“Untuk mobil pemadam kebakaran, saat ini di Garut ada 12 unit ditambah dua unit mobil suplai yang siap diterjunkan kapan saja," ucapnya.

Pemerintah daerah berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka