- Oleh Redaksi
- 13, Jun 2026
SuaraGarut.id – Ketua Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Garut, Hj. Diana Ratna Inten, SH., M.H., melakukan kunjungan ke Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Aura Creative yang dipimpin Vera Susanti, S.Pd., dalam rangka meninjau proses pelaksanaan Program Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW) bidang barista bagi anak putus sekolah dan tidak sekolah di Kabupaten Garut.
Program tersebut merupakan hasil kerja sama antara Direktorat Kursus dan Pelatihan dengan LKP Aura Creative sebagai upaya memberikan keterampilan kerja dan peluang usaha bagi generasi muda yang tidak melanjutkan pendidikan formal.
Dalam kunjungannya, Hj. Diana Ratna Inten menyaksikan secara langsung kegiatan pembelajaran yang tengah diikuti para peserta. Ia mengapresiasi peran LKP Aura Creative yang selama ini konsisten memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui jalur pendidikan nonformal.
"Program seperti ini sangat penting karena mampu membuka akses keterampilan bagi anak-anak yang tidak lagi berada di bangku sekolah. Mereka diberikan bekal kemampuan yang dapat digunakan untuk bekerja maupun berwirausaha. Ini merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap masa depan generasi muda," ujar Diana Ratna Inten.
Menurutnya, pendidikan nonformal memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam menciptakan SDM yang terampil, produktif, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja.
Ia menegaskan bahwa GOW Kabupaten Garut siap mendukung berbagai program pemberdayaan yang dilaksanakan LKP Aura Creative, terutama yang menyasar perempuan dan anak.
"Kami di GOW Kabupaten Garut siap bersinergi dan mendukung berbagai pelatihan yang memberikan manfaat bagi perempuan dan anak. Kolaborasi seperti ini perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh keterampilan dan kesempatan meningkatkan taraf hidupnya," katanya.
Sementara itu, Pimpinan LKP Aura Creative, Vera Susanti, S.Pd., menyampaikan bahwa lembaga yang dipimpinnya telah berdiri selama 16 tahun dan terus berkomitmen menghadirkan program-program pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Menurut Vera, program PKW bidang barista dipilih karena memiliki peluang yang cukup besar di tengah berkembangnya industri kuliner dan kedai kopi yang semakin menjamur, termasuk di Kabupaten Garut.
"Kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak putus sekolah atau yang tidak sekolah untuk memiliki keterampilan yang dapat langsung dimanfaatkan. Melalui pelatihan ini mereka tidak hanya belajar membuat dan menyajikan kopi, tetapi juga memahami dasar-dasar kewirausahaan sehingga memiliki bekal untuk mandiri secara ekonomi," ungkap Vera.
Ia juga mengapresiasi kunjungan Ketua GOW Kabupaten Garut yang dinilai menjadi motivasi bagi para peserta dan penyelenggara untuk terus mengembangkan program pendidikan nonformal yang berkualitas.
"Kehadiran Ibu Ketua GOW menjadi bentuk dukungan yang sangat berarti. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat memperluas manfaat pelatihan bagi lebih banyak perempuan dan anak di Kabupaten Garut," ujarnya.
Kunjungan tersebut menjadi bukti nyata dukungan berbagai pihak terhadap penguatan pendidikan nonformal sebagai salah satu solusi peningkatan kualitas SDM di Kabupaten Garut. Melalui kolaborasi antara pemerintah, organisasi perempuan, dan lembaga pelatihan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memperoleh akses keterampilan, kesempatan kerja, dan peluang usaha yang berkelanjutan.
Belum ada komentar.