SMPN 2 Garut Deklarasikan Sekolah Ramah Anak, Yayan Waryana: Sekolah Harus Jadi Tempat Aman dan Menyenangkan


[Deklarasikan Sekolah Ramah Anak/IST]

SuaraGarut.id – SMPN 2 Garut resmi mendeklarasikan Sekolah Ramah Anak (SRA), Jumat (5/6/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, sehat, inklusif, serta bebas dari segala bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap anak.

Deklarasi yang dihadiri unsur pendidikan, pemerintah, orang tua siswa, serta para peserta didik tersebut turut mendapat dukungan dari Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut.

IMG-20260605-WA0030.jpg

Sambutan Kepala DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Drs. Yayan Waryana, M.Si., pada kesempatan tersebut disampaikan oleh Kepala Bidang Perlindungan Anak, Linlin. Dalam sambutannya, Yayan menegaskan bahwa Sekolah Ramah Anak bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan komitmen nyata seluruh pihak untuk menjamin terpenuhinya hak-hak anak di lingkungan pendidikan.

IMG-20260605-WA0033.jpg

"Deklarasi Sekolah Ramah Anak bukan hanya sebuah kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk komitmen nyata seluruh pihak untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, bersih, sehat, inklusif, serta bebas dari kekerasan dan diskriminasi terhadap anak," ujar Yayan dalam sambutan yang dibacakan Linlin.

Menurutnya, sekolah memiliki peran strategis dalam memastikan setiap anak memperoleh haknya untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Karena itu, seluruh kebijakan dan aktivitas pendidikan harus mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak.

IMG-20260605-WA0032.jpg

Yayan menjelaskan bahwa konsep Sekolah Ramah Anak berlandaskan empat prinsip utama Konvensi Hak Anak, yakni non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, hak hidup serta tumbuh dan berkembang, serta partisipasi anak dalam setiap proses yang berkaitan dengan dirinya.

Ia menilai tantangan perlindungan anak saat ini semakin kompleks. Berbagai kasus perundungan, kekerasan fisik maupun psikis, pengabaian hingga kekerasan seksual masih menjadi ancaman yang harus diantisipasi bersama oleh seluruh elemen masyarakat.

"Sekolah harus menjadi tempat yang aman dan menyenangkan bagi anak, bukan tempat yang menimbulkan rasa takut," tegasnya.

Melalui deklarasi tersebut, DPPKBPPPA berharap SMPN 2 Garut dapat menjadi pelopor dalam membangun budaya sekolah yang humanis, menolak segala bentuk kekerasan terhadap anak, memperkuat pendidikan karakter, serta membangun komunikasi yang harmonis antara sekolah, orang tua dan masyarakat.

Yayan juga menyampaikan apresiasi kepada pihak SMPN 2 Garut yang telah menunjukkan komitmen dalam menerapkan prinsip-prinsip Sekolah Ramah Anak. Menurutnya, keberhasilan program perlindungan anak tidak dapat dilakukan oleh pemerintah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh pihak.

"Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada SMPN 2 Garut beserta seluruh pihak yang telah berkomitmen melaksanakan Sekolah Ramah Anak," katanya.

Lebih lanjut, Yayan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung terwujudnya Kabupaten Garut Layak Anak melalui pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak di lingkungan keluarga, sekolah maupun masyarakat.

Ia menegaskan bahwa anak merupakan investasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, pemenuhan hak-hak anak saat ini akan menentukan kualitas generasi Indonesia di masa mendatang.

"Anak-anak adalah investasi masa depan bangsa. Pemenuhan hak anak hari ini akan menentukan kualitas generasi di masa yang akan datang. Karena itu mari kita jaga, lindungi dan dampingi anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, berkarakter dan berakhlak mulia," pungkasnya.

Deklarasi Sekolah Ramah Anak di SMPN 2 Garut diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat budaya perlindungan anak di lingkungan pendidikan sekaligus mendukung terwujudnya Kabupaten Garut sebagai daerah yang semakin ramah dan layak bagi tumbuh kembang anak.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka