- Oleh Redaksi
- 22, May 2026
SuaraGarut.id – Nilai tukar rupiah kembali bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada akhir pekan ini. Berdasarkan data perdagangan Bloomberg, kurs rupiah berada di level Rp17.881 per dolar AS pada Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 15.38 WIB.
Pelemahan rupiah yang bertahan di kisaran Rp17.800-an dalam beberapa hari terakhir mendapat perhatian dari Bank Indonesia (BI). Bank sentral menegaskan bahwa berbagai langkah stabilisasi terus dilakukan, termasuk saat pasar domestik sedang libur.
Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa tekanan terhadap mata uang Garuda masih dipengaruhi oleh kondisi global yang belum stabil, terutama akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Menurut Ramdan, Bank Indonesia terus melakukan berbagai upaya untuk menjaga kestabilan nilai tukar melalui intervensi yang berlangsung selama 24 jam di pasar keuangan global.
"Komitmen tersebut diwujudkan melalui mengoptimalkan intervensi pasar valas melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder secara konsisten dan terukur," ujar Ramdan dalam keterangan resminya, Jumat, 29 Mei 2026.
Selain faktor eksternal, BI juga melihat adanya peningkatan kebutuhan valuta asing yang bersifat musiman. Kebutuhan tersebut antara lain berasal dari pembayaran utang luar negeri dan repatriasi dividen perusahaan, sementara aliran masuk dolar AS masih relatif terbatas.
Untuk menjaga daya tarik pasar keuangan domestik, BI juga terus mengoptimalkan bauran kebijakan moneter melalui penguatan instrumen suku bunga yang dinilai lebih responsif terhadap kebutuhan pasar.
“Bank Indonesia terus memperkuat koordinasi dengan otoritas terkait untuk mendukung stabilitas pasar keuangan dan nilai tukar, antara lain melalui penguatan pengawasan terhadap bank dan korporasi dengan aktivitas pembelian dolar AS yang tinggi,” katanya.
Bank Indonesia memastikan akan terus memantau perkembangan ekonomi dan pasar keuangan global maupun domestik guna mengantisipasi potensi tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
Ramdan menegaskan bahwa berbagai langkah stabilisasi akan terus dilakukan secara konsisten untuk menjaga ketahanan sektor eksternal nasional sekaligus memastikan kondisi pasar keuangan tetap terjaga.
Menurutnya, BI akan terus hadir di pasar dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan secara terukur guna mempertahankan stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung.***
Belum ada komentar.