- Oleh Redaksi
- 25, Jun 2026
SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Cilacap menemukan dugaan keberadaan 100 titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) fiktif yang sebelumnya terdaftar sebagai lokasi pendirian dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG). Temuan itu muncul setelah tim investigasi bersama koordinator wilayah melakukan verifikasi lapangan terhadap ratusan titik yang diajukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma Surya, menjelaskan bahwa dari lebih dari 300 titik yang tercatat, sebanyak 100 lokasi tidak memiliki bangunan maupun fasilitas yang layak digunakan sebagai dapur MBG. Kondisi tersebut diketahui setelah kepala SPPG yang ditunjuk Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan pengecekan langsung ke lapangan.
"Dari hasil rapat bersama tim investigasi dan koordinator wilayah, ada lebih dari 300 titik yang terdaftar. Setelah didatangi kepala SPPG yang ditunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN), ternyata titik itu (100 titik) tidak ada bangunan apapun," katanya melansir dari Kompas.com.
Ammy mengungkapkan, lokasi-lokasi yang diduga fiktif itu tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Cilacap. Bahkan, sebagian di antaranya berada di tempat yang dinilai tidak memungkinkan untuk dijadikan dapur MBG, seperti area persawahan, hutan, hingga pemakaman.
"Ada yang lokasinya di tengah hutan, di tengah persawahan, bahkan ada yang di tengah kuburan," ujar Ammy.
Temuan tersebut, lanjutnya, memperkuat dugaan adanya praktik jual beli titik pendirian SPPG yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurut Ammy, persoalan itu harus segera dibenahi agar pelaksanaan program MBG di daerah berjalan sesuai tujuan.
"Jadi bahwa isu jual beli titik, kemudian titik fiktif itu benar adanya, ini yang harus kita benahi," tegas Ammy.
Sebagai tindak lanjut atas hasil investigasi, pemerintah bersama tim terkait memutuskan menutup sementara portal pendaftaran pembukaan titik SPPG baru di Kabupaten Cilacap. Langkah ini dilakukan sambil membersihkan data lokasi yang teridentifikasi bermasalah.
"Hasil rapat terakhir dengan tim investigasi memutuskan portal pendaftaran titik baru ditutup sementara. Titik-titik yang teridentifikasi fiktif akan dihapus terlebih dahulu, baru dilanjutkan programnya," ujar Ammy.
Selain itu, Ammy menyebut saat ini telah dibentuk paguyuban mitra MBG yang nantinya akan membantu pemerintah dalam mengawasi pelaksanaan program di lapangan. Pengawasan tersebut mencakup kepatuhan terhadap standar operasional prosedur (SOP) hingga kualitas gizi makanan yang akan disalurkan kepada para penerima manfaat.***
Belum ada komentar.