Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Urus Pertanian, Tentara Sering Ada di Sawah


[Prabowo dalam penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar NU 2026 /Youtube Sekretariat Presiden]

SuaraGarut.id – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi kepada jajaran menteri, wakil menteri, serta unsur TNI dan Polri yang dinilai berkontribusi besar dalam mendukung berbagai program pemerintah, khususnya di sektor pangan. Menurutnya, capaian yang diraih pemerintah saat ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor yang melibatkan berbagai elemen negara.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVIII Tahun 2026 yang digelar di Gorontalo, Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang pertemuan petani, nelayan, penyuluh, serta para pemangku kepentingan sektor pertanian dan perikanan dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kesempatan itu, Presiden secara khusus menyebut sejumlah pejabat yang dinilai berperan aktif dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.

"Menko Pangan, Menteri Pertanian Pak Amran Sulaiman, Menteri Kelautan Perikanan, wakil-wakilnya, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, Wakil Menteri Kelautan dan Perikanan Didit Herdiawan. Tapi juga sangat besar di bantu oleh menteri-menteri lain," kata Prabowo, melansir dari pikiran-rakyat.com.

Menurutnya, upaya mewujudkan swasembada pangan dan memperkuat ketahanan pangan nasional tidak dapat dilakukan oleh satu kementerian atau lembaga semata. Keberhasilan berbagai program yang telah berjalan merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang melibatkan banyak pihak.

Selain memberikan apresiasi kepada jajaran kabinet, Prabowo juga menyoroti kontribusi Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam mendukung program pangan nasional. Keterlibatan aparat keamanan, menurutnya, terlihat melalui berbagai kegiatan pendampingan petani hingga dukungan terhadap pengembangan lahan pertanian dan komoditas strategis.

Presiden menilai keterlibatan TNI dan Polri dalam sektor pertanian merupakan fenomena yang unik dan jarang ditemukan di negara lain.

"Hanya di Indonesia polisi ngurus pertanian, hanya mungkin di Indonesia tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia angkatan laut tanam kedelai hanya di Indonesia angkatan udara tanam tebu," ujarnya.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari perubahan iklim, gangguan rantai pasok pangan dunia, hingga ketidakpastian ekonomi internasional.

Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produksi berbagai komoditas strategis seperti beras, jagung, kedelai, gula, dan hasil perikanan. Dukungan lintas kementerian, pemerintah daerah, TNI, dan Polri dinilai menjadi faktor penting dalam mempercepat pencapaian target tersebut.

Prabowo menegaskan bahwa keterlibatan berbagai unsur negara dalam mendukung sektor pertanian merupakan bagian dari strategi nasional untuk memastikan ketersediaan pangan sekaligus memperkuat fondasi pembangunan ekonomi Indonesia.

"Tapi ini adalah strategis, ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat, kita akan bangkit menjadi negara yang hebat," tutur dia.

Melalui sinergi antarlembaga dan dukungan seluruh elemen bangsa, pemerintah berharap target kemandirian pangan nasional dapat tercapai. Selain meningkatkan kesejahteraan petani dan nelayan, keberhasilan sektor pangan juga dinilai menjadi salah satu penopang ketahanan nasional dan daya saing Indonesia di masa depan.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka