Beranda Garut, Pesona Pegunungan dan Wisata Unik yang Mengukuhkan Julukan “Swiss van Java”

Garut, Pesona Pegunungan dan Wisata Unik yang Mengukuhkan Julukan “Swiss van Java”

Oleh, Redaksi
1 minggu yang lalu - waktu baca 3 menit
Ilustrasi Curug di Garut/Traveloka

SuaraGarut.id - Garut yang dijuluki “Swiss van Java” memang selalu memiliki daya tarik tersendiri yang membuat siapa pun ingin kembali berkunjung. Kabupaten di Jawa Barat ini dikenal dengan udara pegunungan yang sejuk, bentang alam hijau yang luas, serta ragam destinasi wisata alam yang menawarkan pengalaman lebih dari sekadar jalan-jalan biasa.

Selain keindahan alam, Garut juga mempunyai identitas kuat dari sisi sejarah dan budaya. Kabupaten Garut resmi berdiri pada awal abad ke-19, dengan ibu kota yang sempat dipindahkan dari Balubur Limbangan ke lembah yang kini menjadi Kota Garut pada tahun 1813 oleh Bupati R.A.A. Adiwijaya. Pada masa kolonial, Garut bahkan menjadi destinasi favorit bangsawan Eropa karena udaranya yang dingin dan nyaman. Sosok legendaris dunia hiburan, Charlie Chaplin, juga disebut pernah berkunjung ke Garut sebanyak dua kali, yakni pada 1927 dan 1932.

Dari sisi budaya, Garut dikenal memiliki nilai religi yang kuat dan kerap dijuluki sebagai “Kota Santri”. Julukan tersebut tidak lepas dari keberadaan banyak pesantren besar yang tumbuh dan berkembang di wilayah ini. Selain itu, Garut juga memiliki ikon budaya Adu Ketangkasan Domba Garut, yang bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk apresiasi terhadap pembiakan domba unggulan sekaligus ajang silaturahmi para peternak.

Di tengah kekayaan sejarah dan budaya tersebut, Garut terus bergerak mengikuti perkembangan pariwisata modern. Daerah ini menawarkan wisata air panas alami yang bersumber dari aktivitas geothermal Gunung Papandayan dan Gunung Guntur. Sejumlah destinasi alam seperti Situ Bagendit dan Kawah Kamojang pun telah lama menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.

Bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda, Garut memiliki dua destinasi yang dinilai menawarkan sensasi paling unik. Bukan hanya menyuguhkan pemandangan indah, tetapi juga menghadirkan suasana dan pengalaman sensorik yang kuat. Tim LamonganTerkini.com yang baru-baru ini berkunjung ke Garut menyebut dua tempat ini memiliki tingkat keunikan yang sulit dilupakan.

Destinasi pertama adalah Karacak Valley, kawasan wisata hutan pinus yang terletak di Margawati dan berjarak tidak terlalu jauh dari pusat Kota Garut. Area seluas sekitar 92 hektare ini memiliki kontur berbukit, sehingga pengunjung dapat merasakan sensasi trekking ringan di tengah alam terbuka.

Begitu tiba di Karacak Valley, pengunjung langsung disambut aroma petrichor atau bau tanah basah yang berpadu dengan wangi khas pohon pinus. Jalur wisata yang didominasi tanah dan tanjakan kecil membuat pengunjung disarankan menggunakan alas kaki yang nyaman. Salah satu titik favorit di kawasan ini adalah Puncak Dogar (Domba Garut), yang menyuguhkan pemandangan Kota Garut dari ketinggian. Pada malam hari, gemerlap city light menciptakan suasana romantis, sementara pada siang hari panorama Gunung Cikuray terlihat jelas.

Karacak Valley juga memiliki Curug Ngebul yang kerap disebut sebagai “hidden gem” karena lokasinya tersembunyi di lembah dan hanya bisa dijangkau dengan berjalan kaki menembus hutan pinus. Air terjun ini memiliki air yang jernih dan suasana yang relatif tenang karena tidak berada di jalur utama wisata. Selain itu, kawasan ini dikenal dengan camping ground yang estetik, di mana area tenda berada di bawah kanopi pinus yang rapat. Saat pagi hari, sinar matahari yang menembus sela-sela pepohonan menciptakan efek tynall yang membuat suasana tampak fotogenik.

Destinasi kedua yang tak kalah unik adalah Kawah Talaga Bodas. Kawasan ini dikenal memiliki danau belerang berwarna putih kebiruan toska yang kontras dengan perbukitan hijau di sekelilingnya. Endapan belerang di sekitar kawah membuat lanskapnya terlihat dominan putih, menciptakan panorama yang berbeda dari kebanyakan kawah gunung lainnya.

Akses menuju Talaga Bodas memang cukup menantang karena jalannya menanjak dan berliku. Oleh karena itu, wisatawan disarankan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan prima. Meski demikian, rasa lelah selama perjalanan terbayar lunas saat tiba di lokasi. Salah satu daya tarik utama Talaga Bodas adalah pemandian air panas alami di tepi kawah. Pengunjung dapat berendam di air hangat yang mengandung belerang sambil menikmati udara pegunungan yang dingin.

Talaga Bodas juga dikenal memiliki suasana yang tenang karena lokasinya berada di dataran tinggi dan relatif jauh dari keramaian. Kabut kerap turun secara tiba-tiba, menciptakan kesan misterius namun menenangkan. Kondisi ini menjadikan Talaga Bodas sebagai pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin mencari ketenangan dan pengalaman healing di tengah alam.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.