- Oleh Redaksi
- 04, Jul 2026
SuaraGarut.id – Bencana longsor terjadi di Kampung Negla, RT 05 RW 02, Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, di tengah musim kemarau. Peristiwa yang berlangsung pada Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 01.20 WIB itu mengakibatkan satu rumah terdampak dan sejumlah rumah lain di sekitarnya berada dalam kondisi terancam.
Kejadian tersebut cukup mengejutkan warga yang sedang beristirahat. Setelah menerima laporan, Bhabinkamtibmas Desa Tanjungjaya bersama perangkat desa dan Ketua RT langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan serta memastikan kondisi warga tetap aman.
Kapolsek Banjarwangi, Ipda Ipar Suparlan, mengatakan hasil pendataan menunjukkan material longsor memiliki panjang sekitar 25 meter dengan tinggi kurang lebih 10 meter. Longsoran itu berdampak pada satu rumah yang dihuni dua kepala keluarga, yakni keluarga Aah dengan satu orang penghuni dan keluarga Dedi Perdiansyah yang terdiri atas tujuh orang.
"Beruntung, dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa. Meski demikian, kondisi tebing yang labil membuat beberapa rumah di sekitar lokasi berada dalam ancaman apabila terjadi longsor susulan," ujar Ipar, Minggu (12/7/2026).
Ia menjelaskan, aparat kepolisian segera melakukan penanganan awal dengan mengecek lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pemerintah desa dan instansi terkait, serta memastikan situasi di sekitar lokasi tetap terkendali.
Selain itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi longsor susulan. Warga yang tinggal di kawasan rawan, khususnya yang rumahnya terdampak maupun terancam, diimbau untuk sementara waktu mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Mengenai penyebab kejadian, Ipar menegaskan longsor tidak dipicu hujan karena wilayah Banjarwangi sedang mengalami musim kemarau. Dugaan sementara, longsor terjadi akibat rembesan air dari kolam ikan yang berada di atas tebing.
"Tidak ada hujan karena saat ini wilayah Banjarwangi sedang dilanda musim kemarau. Hanya saja diduga kolam yang ada di bgian atas tebing itu mengalami kebocoran sehingga akhirnya rembesan airnya menyebabkan tebing ambrol dan terjadilah longsor," katanya.
Polsek Banjarwangi bersama Forkopimcam dan dinas terkait kini terus berkoordinasi untuk menentukan langkah penanganan lanjutan, termasuk upaya mitigasi agar tidak terjadi dampak yang lebih besar bagi masyarakat sekitar.
"Kami sudah mengeluarkan imbauan agar warga yang rumahnya terdampak dan terancam, untuk tidak memaksakan diri tinggal di sana. Alangkah kevin baik memilih untuk merelokasi diri dulu ke tempat lain yang lebih aman untuk menghindari hal hal yang tak diharapkan," ucap Ipar.
Sumber Kabar Garut
Belum ada komentar.