- Oleh Redaksi
- 30, Jun 2026
SuaraGarut.id – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Garut menggelar pelatihan Tailor Made Training (TMT) Penjahit Upper Sepatu di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Garut, Kecamatan Samarang, Selasa (7/7/2026). Program berbasis kompetensi ini disiapkan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja di industri alas kaki sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
Pelatihan tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Disnakertrans Kabupaten Garut, Nia Gania Karyana. Ia menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Garut, Kementerian Ketenagakerjaan RI, Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Bandung, serta Disnakertrans Kabupaten Garut.
Menurut Nia, keterampilan menjahit upper sepatu memiliki prospek kerja yang besar karena Kabupaten Garut memiliki sejumlah perusahaan manufaktur alas kaki berskala besar, di antaranya PT Chang Shin Reksa Jaya, PT Pratama Abadi Industri (Garut), dan PT Ultimate Noble Indonesia (PT UNI).
"Kami berharap kepada 192 peserta pelatihan upper sepatu dapat menguasai teknik dasar menjahit dengan sangat baik, sehingga mereka mampu langsung bekerja di pabrik dan berkompetensi di bidangnya," ujar Nia Gania.
Sementara itu, Kepala BBPVP Bandung, Reni Rosyida, mengatakan pelatihan tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus membantu mengurangi angka pengangguran melalui penyediaan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.
Ia menjelaskan, pada pelaksanaan kali ini terdapat 12 paket pelatihan yang diikuti oleh 192 peserta. Reni juga mengapresiasi peran BLK Garut yang dinilai berhasil mempertemukan kebutuhan industri dengan program pelatihan vokasi.
"Terima kasih kepada Kepala BLK yang sudah membantu kami mempertemukan dengan industri, yang memang kita mampu menyiapkan tenaga kerja siap pakai dalam industri ini. Mudah-mudahan pelatihan ini bisa bertambah pesertanya setiap tahun guna membantu dunia industri menyiapkan tenaga kerja siap kerja lebih banyak lagi," jelas Reni.
Dukungan juga datang dari dunia industri. Senior Manager PT Changshin Reksa Jaya Garut, Mia Resmiati, menilai program tersebut memberikan peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan.
"Dengan adanya program ini, peserta pelatihan menjadi menghimpun harapan baru untuk bisa bekerja," ungkap Mia.
Ia juga mengingatkan peserta agar tidak hanya menguasai keterampilan teknis, tetapi turut membangun karakter kerja yang baik sebagai bekal memasuki dunia industri.
"Kami berharap adik-adik semua dapat mengikuti pelatihan ini dengan memanfaatkan waktu sebaik-baiknya. Bukan hanya diberi hard skill, namun lebih dari itu menjadi pembekalan soft skill seperti attitude (sikap), etos kerja, dan kedisiplinan yang tinggi saat memasuki dunia kerja nanti," pungkasnya.***
Belum ada komentar.