Prajurit TNI Gugur di Lebanon, Korban Misi Perdamaian PBB Kembali Bertambah


[Pasukan perdamaian di Lebanon/anadolu]

SuaraGarut.id – Kabar duka kembali datang dari misi perdamaian internasional. Prajurit TNI, Praka Rico Pramudia, dinyatakan gugur setelah mengalami luka serius akibat serangan di Lebanon selatan saat menjalankan tugas bersama UNIFIL.

Dalam keterangan resminya melalui platform X, UNIFIL menyampaikan bahwa Praka Rico (31) meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama hampir satu bulan di rumah sakit di Beirut.

“UNIFIL prihatin atas wafatnya Praka Rico Pramudia, yang terluka parah akibat sebuah ledakan proyektil di markasnya di Adchit Al Qusayr pada 29 Maret malam,” kata UNIFIL dalam pernyataannya di platform X, dipantau di Jakarta, Jumat.

Pihak UNIFIL juga menyampaikan duka mendalam kepada keluarga almarhum, rekan satuan, serta pemerintah dan rakyat Indonesia, khususnya TNI Angkatan Darat.

Selain itu, UNIFIL menegaskan pentingnya perlindungan terhadap personel penjaga perdamaian sesuai hukum internasional yang berlaku.

“Serangan yang disengaja terhadap personel penjaga perdamaian adalah pelanggaran berat terhadap hukum kemanusiaan internasional dan Resolusi Dewan Keamanan PBB 1701, dan kemungkinan juga merupakan kejahatan perang,” demikian pernyataan UNIFIL.

Dengan wafatnya Praka Rico, jumlah prajurit TNI yang gugur dalam misi bersama UNIFIL di Lebanon selatan dalam sebulan terakhir bertambah menjadi empat orang.

Sebelumnya, Praka Farizal Rhomadhon meninggal dunia akibat serangan artileri pada 29 Maret dalam insiden yang sama yang menyebabkan Praka Rico terluka. Sehari berselang, dua prajurit lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ikhwan, gugur saat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Rangkaian serangan yang terjadi pada akhir Maret hingga awal April tersebut juga mengakibatkan sejumlah personel TNI lainnya mengalami luka-luka.

Selain Indonesia, negara lain seperti Prancis juga turut kehilangan personelnya dalam misi yang sama, seiring meningkatnya eskalasi konflik di wilayah Lebanon selatan dalam beberapa waktu terakhir.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka