- Oleh Redaksi
- 16, Mar 2026
SuaraGarut.id – Lonjakan arus mudik Lebaran 2026 di wilayah Kabupaten Garut terus terjadi. Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sebanyak sembilan kali.
Penerapan tersebut dilakukan di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama di jalur Limbangan–Malangbong serta Tarogong–Leles–Kadungora pada Rabu (18/3/2026).
Rekayasa lalu lintas ini diberlakukan secara situasional dengan melihat volume kendaraan yang didominasi pemudik dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut.
Kapolres Garut, AKBP Yugi Bayu Hendarto, menyampaikan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari upaya untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama periode mudik.
“Seiring meningkatnya arus mudik, kami melakukan rekayasa lalu lintas berupa one way secara bertahap di titik-titik tertentu guna mengurai kepadatan kendaraan,” ujarnya.
Di jalur Limbangan–Malangbong, sistem satu arah diterapkan sejak pagi hari mulai pukul 06.15 WIB hingga siang, dengan durasi antara 15 hingga 35 menit. Adapun titik pending berada di kawasan Puskesmas, Kaum Lewo, hingga Selaawi.
Sementara di jalur Kadungora, penerapan one way dilakukan dua kali, yakni pada pukul 08.45–09.00 WIB dan 09.40–10.00 WIB, dengan titik pending di Jalan Baru Kadungora guna mengurai arus menuju pusat Kota Garut.
Secara keseluruhan, rekayasa lalu lintas ini difokuskan bagi kendaraan dari arah Bandung menuju Tasikmalaya dan Garut yang mengalami peningkatan signifikan sejak pagi hari.
Polres Garut mengimbau para pemudik untuk mematuhi arahan petugas di lapangan, menjaga keselamatan selama perjalanan, serta mempersiapkan kondisi kendaraan dengan baik.
Dengan penerapan rekayasa ini, diharapkan arus mudik di wilayah Garut dapat tetap berjalan lancar, aman, dan terkendali selama pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026.***
Belum ada komentar.