Beranda AS Khawatir Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran Picu Dampak Global

AS Khawatir Serangan Israel ke Depot Bahan Bakar Iran Picu Dampak Global

Oleh, Redaksi
9 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Asap tebal membumbung dari depot bahan bakar di Teheran setelah serangan udara Israel yang menargetkan puluhan fasilitas penyimpanan energi di Iran/Anadolu

SuaraGarut.id - Amerika Serikat dilaporkan mengkhawatirkan skala serangan udara Israel yang menargetkan puluhan depot bahan bakar di Iran pada akhir pekan. Serangan tersebut disebut menjadi salah satu perbedaan sikap pertama antara Washington dan Tel Aviv sejak konflik di kawasan pecah.

Media Amerika Serikat, Axios, melaporkan dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui persoalan tersebut bahwa serangan Israel pada Sabtu (8/3) menyasar sekitar 30 depot bahan bakar yang tersebar di berbagai wilayah Iran.

Menurut laporan tersebut, skala serangan dinilai melampaui perkiraan para pejabat di Washington, meskipun sebelumnya Israel telah memberikan pemberitahuan kepada Amerika Serikat terkait rencana operasi tersebut.

Akibat serangan itu, kebakaran besar dilaporkan terjadi di ibu kota Iran, Teheran. Asap tebal terlihat membumbung dari sejumlah tangki penyimpanan bahan bakar serta kawasan industri di kota tersebut.

Militer Israel menyatakan depot bahan bakar yang menjadi target serangan digunakan pemerintah Iran untuk memasok bahan bakar kepada berbagai pihak, termasuk unit-unit militernya.

Pejabat Amerika Serikat mengatakan Israel memang telah memberi tahu militer AS sebelum operasi dilakukan, namun Washington tetap terkejut dengan luasnya skala serangan yang terjadi.

“Presiden tidak menyukai serangan terhadap fasilitas minyak. Ia ingin menyelamatkan minyak, bukan membakarnya. Dan itu mengingatkan orang pada kenaikan harga bahan bakar,” kata seorang penasihat Presiden AS Donald Trump.

Pihak Washington juga menyampaikan kekhawatiran bahwa serangan terhadap infrastruktur yang melayani masyarakat sipil Iran dapat membawa dampak strategis yang merugikan. Langkah tersebut dinilai berpotensi memperkuat dukungan publik terhadap kepemimpinan Iran sekaligus mendorong kenaikan harga minyak di pasar global.

“Kami tidak berpikir itu ide yang baik,” kata seorang pejabat senior AS.

Walaupun fasilitas yang diserang bukan merupakan lokasi produksi minyak, pejabat Amerika menilai gambar kebakaran depot bahan bakar berpotensi memicu gejolak di pasar energi dunia.

Di sisi lain, pejabat Iran memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat memicu tindakan balasan.

Juru bicara markas militer Khatam al-Anbiya mengatakan Iran dapat melakukan serangan serupa terhadap target di kawasan apabila serangan tersebut terus berlanjut.

Ia menambahkan Iran sejauh ini menghindari serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan, namun memperingatkan bahwa jika langkah itu dilakukan, harga minyak dunia bisa melonjak drastis.

Ia juga menyebut harga minyak global berpotensi mencapai 200 dolar AS per barel.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf turut memperingatkan bahwa Teheran akan membalas “tanpa penundaan” apabila serangan terhadap infrastruktur energi terus terjadi.

Ketegangan di kawasan meningkat sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Menurut otoritas Iran, serangan tersebut menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran Ayatullah Ali Khamenei, serta melukai lebih dari 10.000 orang lainnya.

Sebagai balasan, Iran kemudian meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel, Irak, Yordania, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.***

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.