Beranda Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan AS

Iran Tegaskan Siap Hadapi Perang Berkepanjangan dengan AS

Oleh, Redaksi
10 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Teheran menilai jalur diplomasi tidak lagi memungkinkan setelah meningkatnya serangan dan ketegangan antara Iran, Amerika Serikat, serta Israel/Anadolu

SuaraGarut.id - Pejabat Iran menyatakan bahwa peluang penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi saat ini dinilai semakin kecil. Teheran disebut siap menghadapi konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat sekaligus meningkatkan tekanan terhadap negara-negara Teluk agar mendorong Presiden AS Donald Trump menghentikan keterlibatan dalam konflik tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Kamal Kharazi, penasihat kebijakan luar negeri di kantor pemimpin tertinggi Iran, dalam wawancara dengan CNN pada Senin malam (9/3) waktu setempat.

Dalam wawancara itu, Kharazi menilai diplomasi saat ini tidak lagi menjadi pilihan utama karena pengalaman perundingan sebelumnya dianggap tidak membuahkan hasil.

"Saya tidak melihat ruang untuk diplomasi lagi, karena Donald Trump telah menipu pihak lain dan tidak menepati janjinya, dan kami mengalami hal itu dalam dua putaran perundingan; saat kami sedang terlibat bernegosiasi, mereka justru menyerang kami," kata Kharazi.

Ia juga menyebut bahwa perang hanya dapat dihentikan apabila tekanan ekonomi yang timbul dari konflik tersebut membuat negara-negara lain turun tangan untuk menghentikan agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Menurutnya, tekanan ekonomi yang muncul akibat konflik sudah mulai dirasakan sejumlah pihak, terutama berkaitan dengan inflasi serta pasokan energi.

"Perang ini telah menimbulkan banyak tekanan, tekanan ekonomi, terhadap pihak lain, dalam hal inflasi maupun kekurangan energi; dan jika ini terus berlanjut, maka tekanan itu akan semakin meningkat sehingga pihak lain tidak punya pilihan selain turun tangan," ucapnya.

Kharazi juga menilai negara-negara Arab di kawasan Teluk seharusnya mendorong Washington agar segera mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.

Ketika ditanya mengenai kondisi internal Iran, ia menegaskan bahwa militer dan kepemimpinan negara tetap solid dalam menghadapi situasi tersebut.

"Tanggung jawab pemimpin Republik Islam Iran adalah memimpin kemampuan pertahanan Iran dan sebagaimana yang dilakukan Ayatollah Khamenei, kini pemimpin baru juga akan melakukannya," tegasnya.

Wawancara tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi di kawasan sejak Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei. Sebagai balasan, Iran meluncurkan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta sejumlah negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer milik Amerika Serikat.

Selain itu, Iran juga disebut telah menutup Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu rute utama pengiriman energi dunia.

Selat Hormuz diketahui menangani sekitar 20 juta barel pengiriman minyak per hari serta sekitar 20 persen perdagangan gas alam cair global yang sebagian besar dikirim ke pasar Asia.

Sumber Anadolu

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.