Gol Kontroversial Dewa United vs Persib Bandung Bikin Heboh, PSSI Ungkap Kelemahan VAR


[Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa/x.com]

SuaraGarut.id - Polemik gol yang dicetak Dewa United ke gawang Persib Bandung dalam lanjutan BRI Super League 2025/2026 terus menjadi perbincangan. Insiden tersebut memicu perdebatan lantaran bola diduga telah keluar lapangan sebelum terjadinya gol.

Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, menyoroti pentingnya penambahan kamera untuk mendukung kinerja Video Assistant Referee (VAR) agar keputusan yang diambil semakin akurat.

"Sebenarnya kamera garis gawang tidak wajib dalam penggunaan VAR. Tapi kalau ada, tentu akan jauh lebih baik," kata Ogawa melansir dari Antara.

Ia menambahkan bahwa keterbatasan jumlah kamera menjadi salah satu kendala dalam proses pengambilan keputusan.

"Kami tidak bisa memaksakan kepada liga profesional. Namun ke depan, jika ada dua kamera di garis gawang, itu akan membuat keputusan lebih adil bagi semua pihak dalam sepak bola. Tapi posisi kami harus memahami kondisi saat ini. Kami harus mengelola kondisi yang ada," tambah Ogawa.

Kontroversi bermula saat pemain Dewa United melanjutkan permainan meski bola diduga telah keluar lapangan. Situasi tersebut membuat pemain Persib sempat berhenti karena mengira permainan telah terhenti, sebelum akhirnya gol tercipta.

Menurut Ogawa, dalam kasus tersebut VAR tidak dapat melakukan intervensi karena keterbatasan sudut pandang kamera. Ia menjelaskan bahwa jumlah kamera VAR di kompetisi domestik masih jauh lebih sedikit dibandingkan ajang internasional seperti Piala Dunia 2022.

"Kejadian ini sama seperti waktu Jepang di Piala Dunia 2022," jelas Ogawa.

Ia juga menegaskan bahwa keputusan wasit di lapangan sudah sesuai prosedur, karena didasarkan pada pengamatan langsung serta komunikasi dengan asisten wasit.

"Jika wasit atau asisten wasit sudah berusaha mengambil posisi terbaik dan melihat situasi, jika 100 persen yakin bola keluar, maka harus memberi sinyal. Namun jika tidak 100 persen yakin, keputusan di lapangan harus dipertahankan. Kemudian VAR akan mengecek," jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa VAR hanya dapat mengubah keputusan apabila terdapat bukti yang benar-benar jelas.

"Jika VAR tidak menemukan bukti 100 persen bola keluar atau masuk, maka keputusan awal harus tetap dipertahankan. Jika ada bukti 100 persen, barulah direkomendasikan perubahan," tambah dia.

Dengan adanya kejadian ini, PSSI membuka peluang evaluasi sistem VAR ke depan, termasuk kemungkinan penambahan jumlah kamera guna meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dalam kompetisi sepak bola nasional.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka