- Oleh Redaksi
- 06, Mar 2026
SuaraGarut.id – Otoritas Iran dilaporkan menangkap sedikitnya 500 orang yang diduga terlibat aktivitas spionase sejak dimulainya serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap negara tersebut.
Penangkapan itu disampaikan Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Ahmadreza Radan pada Minggu. Ia menyebut para tersangka diduga melakukan kegiatan mata-mata untuk “musuh” serta bekerja sama dengan media yang dianggap bermusuhan.
Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim News Agency, Radan menjelaskan bahwa sekitar 250 orang di antaranya diduga memberikan informasi intelijen kepada Iran International TV yang berbasis di London, termasuk data mengenai lokasi-lokasi yang menjadi sasaran serangan.
Selain itu, para tersangka juga diduga memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata serta berupaya mengganggu ketertiban umum di dalam negeri.
Radan menggambarkan para tersangka sebagai “mata-mata” yang membocorkan informasi kepada pihak musuh serta media yang dianggap memusuhi Iran.
Pemerintah Iran sendiri telah menetapkan Iran International TV sebagai “organisasi teroris” sejak 2022. Teheran menuduh stasiun televisi tersebut menyebarkan informasi menyesatkan terkait aksi protes anti-pemerintah di Iran serta mendorong demonstran melakukan tindakan kekerasan.
Selain itu, pemerintah juga mengumumkan penyitaan aset milik staf media tersebut yang berada di dalam negeri.
Penangkapan ratusan orang itu terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung sejak 28 Februari, ketika serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel dilaporkan menghantam sejumlah wilayah di Iran.
Serangan tersebut dilaporkan menewaskan sekitar 1.300 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran saat itu Ali Khamenei.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal ke wilayah Israel serta beberapa negara lain, di antaranya Yordania, Irak, dan sejumlah negara di kawasan Teluk.
Teheran menyatakan serangan tersebut menargetkan aset militer Amerika Serikat di kawasan. Namun, laporan menyebutkan serangan balasan itu juga menimbulkan korban jiwa serta kerusakan pada sejumlah infrastruktur sipil, sekaligus memicu dampak terhadap pasar global dan sektor penerbangan.
Sumber Anadolu
Belum ada komentar.