- Oleh Redaksi
- 13, Mar 2026
SuaraGarut.id - Arus kendaraan pemudik yang melintas di wilayah hukum Polres Garut mengalami peningkatan cukup signifikan pada Selasa (17/03/2026).
Untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas selama pelaksanaan pengamanan Operasi Ketupat Lodaya 2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Garut menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah (one way) sebanyak enam kali di jalur utama Limbangan hingga Malangbong.
Kasatlantas Polres Garut, AKP Luky Martono, menjelaskan bahwa kebijakan diskresi kepolisian tersebut diberlakukan secara tentatif guna mengurai arus kendaraan yang datang dari arah Bandung menuju Tasikmalaya.
Penerapan one way pertama dilakukan di Jalur Limbangan pada pukul 08.25 hingga 08.45 WIB dengan durasi 20 menit. Titik pending kendaraan dipusatkan di depan Polsek Limbangan. Selanjutnya, rekayasa lalu lintas kembali diberlakukan di Jalur Lewo pada pukul 08.50 hingga 09.00 WIB dengan titik pending di SPBU Bandrex selama 10 menit.
Memasuki pukul 09.25 WIB, petugas kembali menerapkan one way ketiga di Jalur Lewo selama 15 menit dengan titik pending di Kaum Lewo. Seiring masih derasnya arus kendaraan dari arah Barat, pada pukul 10.25 WIB jalur Limbangan kembali diberlakukan sistem satu arah selama 20 menit dengan titik pending di Polsek Limbangan.
Menjelang siang, kepadatan kendaraan juga terpantau terjadi di Jalur Malangbong. Pada pukul 10.45 WIB, petugas memberlakukan one way selama 15 menit dengan titik pending di area Puskesmas. Rekayasa lalu lintas keenam kembali diterapkan di Jalur Lewo pada pukul 10.55 hingga 11.05 WIB dengan titik pending di SPBU Bandrex selama 15 menit.
Polres Garut juga mengimbau para pemudik agar tetap berhati-hati selama perjalanan. Seluruh rekayasa lalu lintas tersebut dilakukan secara situasional untuk memastikan kelancaran arus mudik. Selain itu, pengguna jalan diminta tetap waspada, menjaga jarak aman, serta mematuhi arahan petugas di lapangan demi keselamatan bersama selama perjalanan mudik.***
Belum ada komentar.