Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Awal dan Panjang di Jawa Barat


[Pendistribusian air oleh PDAM Garut/ist]

SuaraGarut.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan sebagian besar wilayah Jawa Barat mulai memasuki musim kemarau yang diperkirakan datang lebih cepat serta berlangsung lebih lama dibandingkan kondisi normal.

Prakirawan Stasiun Klimatologi Jawa Barat, Vivi Indhira, menyampaikan bahwa tanda-tanda awal musim kemarau sudah terlihat sejak April, khususnya di wilayah Karawang tengah, Subang tengah, serta sebagian Indramayu.

"Sebanyak 56 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi akan memasuki musim kemarau pada bulan Mei," katanya melansir dari Antara.

Ia menjelaskan, sejumlah wilayah lain seperti sebagian besar Kabupaten Bogor, Sukabumi bagian utara, Cianjur tengah, hingga Kota Bandung diperkirakan menyusul memasuki musim kemarau pada Juni.

Secara umum, BMKG mencatat sekitar 66 persen wilayah Jawa Barat akan mengalami musim kemarau lebih cepat dari biasanya. Sementara itu, 25 persen wilayah diprediksi berlangsung normal dan sekitar 7 persen lainnya justru mengalami keterlambatan.

Selain datang lebih awal, musim kemarau tahun ini juga diperkirakan cenderung lebih kering. Sekitar 93 persen wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami kondisi kemarau di bawah normal.

Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus di hampir seluruh wilayah Jawa Barat, atau sekitar 90 persen area. Adapun sebagian kecil wilayah lainnya diprediksi mencapai puncak pada Juli dan September.

"Wilayah di Jawa Barat diprediksi mengalami durasi musim kemarau lebih panjang atau lebih lama dari biasanya," kata dia.

BMKG mengingatkan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipasi terhadap potensi kekeringan, di antaranya dengan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air seperti waduk dan embung serta menghemat penggunaan air.

Di sektor pertanian, petani diimbau menyesuaikan jadwal tanam dan memilih varietas tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi kering.

"Untuk sektor kebencanaan, dimohon kesiapsiagaan terhadap potensi kekeringan dan kejadian kebakaran hutan dan lokal," kata dia.***

Sumber Antara 

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka