SuaraGarut.id - PERSIB Bandung akan kembali melanjutkan perburuan gelar Super League 2025/26 dengan menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-31. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Senin, 4 Mei 2026 pukul 15.30 WIB.
Menganggap laga ini layaknya final, tim Maung Bandung bertekad tidak mengulangi hasil imbang 1-1 seperti pertemuan pertama. Target kemenangan menjadi harga mati demi menjaga posisi di puncak klasemen.
Hingga pekan ke-30, PERSIB masih memimpin dengan raihan 69 poin, jumlah yang sama dengan Borneo FC di posisi kedua. Namun, PERSIB unggul dalam catatan head to head.
Meski PSIM saat ini berada di peringkat ke-10, pelatih PERSIB, Bojan Hodak, menilai laga tidak akan berjalan mudah. Ia menyebut tim lawan memiliki organisasi permainan yang solid, terutama di sektor pertahanan.
"Mereka tim yang terorganisir dengan baik. Mereka sulit dikalahkan di setiap pertandingan. Bahkan saat kalah pun, mereka sedikit kebobolan," kata Hodak dalam konferensi pers sebelum pertandingan di Stadion GBLA, Minggu 3 Mei 2026.
Di sisi lain, pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, juga telah menyiapkan strategi khusus untuk menghadapi tekanan dari tuan rumah. Ia mengakui performa PERSIB sedang menanjak, namun tetap optimistis timnya mampu memberikan perlawanan.
"Kami tahu PERSIB sedang dalam performa yang menanjak. Mereka punya kualitas individu yang bisa mengubah keadaan dalam sekejap," kata Van Gastel.
Ia menegaskan bahwa kedisiplinan, terutama di lini tengah, akan menjadi kunci utama untuk meredam permainan PERSIB. Target mencuri poin pun menjadi ambisi tim tamu dalam laga ini.
"Kuncinya adalah disiplin di lini tengah. Kami tidak boleh membiarkan pemain mereka memiliki ruang gerak bebas. Kami datang ke Bandung untuk mencuri poin," pungkasnya.***
Belum ada komentar.