- Oleh Redaksi
- 05, May 2026
SuaraGarut.id – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya angkat bicara terkait tuduhan rasisme yang ditujukan kepada pemainnya, Marc Klok, oleh Bhayangkara Presisi Lampung FC. Ia menilai insiden tersebut hanyalah kesalahpahaman yang justru dibesar-besarkan oleh pihak lawan.
Peristiwa ini terjadi saat pertandingan antara Persib melawan Bhayangkara FC pada 30 April 2026. Di jeda babak pertama, pemain Bhayangkara, Wahyu Subo Seto, mendatangi Klok di lorong menuju ruang ganti. Hal tersebut dipicu oleh ucapan Klok di lapangan kepada Henry Doumbia.
Klok sempat dituding mengucapkan kalimat “give me the ball black” yang dianggap bernada rasis. Namun, Klok telah memberikan klarifikasi bahwa yang ia katakan sebenarnya adalah “give me the ball back”. Doumbia pun disebut sudah memahami situasi tersebut dan bahkan sempat menyampaikan permintaan maaf karena kesalahpahaman itu.
Meski demikian, pihak Bhayangkara FC tetap mengeluarkan pernyataan resmi di media sosial dan melaporkan kejadian tersebut ke Komisi Disiplin.
Menanggapi hal itu, Bojan Hodak menyampaikan keberatannya. Ia menjelaskan bahwa kejadian tersebut berlangsung di depan wasit dan beberapa pemain lain. Menurutnya, jika memang ada ucapan rasis, wasit pasti akan langsung mengambil tindakan tegas.
“Wasit ini adalah salah satu wasit terbaik di negara ini. Kalau Marc mengatakan sesuatu yang salah, dia akan langsung mendapat kartu merah. Itu yang pertama,” ucap Bojan saat konferensi pers jelang lawan PSIM Yogyakarta, Minggu, 3 Mei 2026, melansir dari pikiran-rakyat.com.
Ia juga mengaku telah melakukan klarifikasi langsung kepada sejumlah pemain setelah pertandingan, dan mereka menyatakan bahwa tuduhan tersebut tidak benar.
“Yang kedua, saya langsung bertanya kepada tiga atau empat pemain setelah pertandingan. Mereka semua bilang itu tidak benar,” katanya.
Bojan menduga kesalahpahaman ini dipicu oleh perbedaan bahasa, mengingat Doumbia tidak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa utama.
“Mungkin Henry salah mengartikan sesuatu karena dia berbahasa Spanyol, bukan bahasa Inggris. Saya rasa semuanya sudah selesai di awal babak kedua, mereka berdua sudah saling memahami,” tuturnya.
Karena itu, ia mempertanyakan langkah Bhayangkara FC yang tetap membawa persoalan ini ke ranah resmi dan bahkan menyampaikan pernyataan terbuka.
“Saya tidak tahu kenapa Bhayangkara mengeluarkan pernyataan seperti itu. Itu memalukan bagi mereka. Saya pikir mereka harus meminta maaf kepada Marc Klok,” ucap Bojan.
Di sisi lain, pelatih asal Kroasia tersebut menilai bahwa polemik ini justru memperkuat solidaritas tim Persib. Ia memastikan para pemain tetap fokus dan tidak terpengaruh oleh isu yang berkembang.
“Untuk tim, justru ini membantu kami semakin solid. Ini hanya memalukan bagi Bhayangkara. Mereka mungkin senang bisa melihat ini, tapi seharusnya tidak begitu,” pungkasnya.***
Belum ada komentar.