Mahasiswa Garut Gelar Aksi “Tanam Kontribusi” Peringati Hari Sejuta Pohon Sedunia
SauraGarut.id – Dalam rangka memperingati Hari Sejuta Pohon Sedunia yang jatuh setiap 10 Januari, ratusan mahasiswa dari 11 paguyuban mahasiswa dan dua komunitas di Garut menggelar aksi lingkungan bertajuk “Tanam Kontribusi” di kawasan Gunung Congkrang, Cikajang, Sabtu (10/1/2026). Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian generasi muda terhadap isu krisis iklim dan kerusakan lingkungan.
Sejak pukul 08.00 WIB, para peserta yang mengenakan jas almamater dan atribut komunitas pecinta alam berkumpul sambil membawa bibit pohon untuk ditanam. Aksi ini diinisiasi sebagai bentuk kolaborasi lintas kampus dan komunitas, dengan semangat bahwa setiap pohon yang ditanam merupakan kontribusi jangka panjang bagi kualitas lingkungan hidup.
Inisiator kegiatan, Aley Akbar Firmansyah, menjelaskan bahwa penamaan “Tanam Kontribusi” memiliki makna filosofis sebagai ajakan kepada mahasiswa untuk terlibat langsung dalam upaya mitigasi perubahan iklim.
"Kami tidak ingin sekadar merayakan hari besar secara seremonial. Melalui 'Tanam Kontribusi', kami ingin membuktikan bahwa mahasiswa adalah garda terdepan dalam aksi mitigasi perubahan iklim," ujar Aley pada sambutannya.
Dalam kegiatan ini, para mahasiswa menargetkan penanaman sebanyak 700 bibit pohon ki honje, yang dalam bahasa endemik dikenal sebagai guru meurik. Jenis pohon tersebut dipilih karena selain berfungsi ekologis, juga diharapkan memiliki nilai manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar di masa mendatang. Penanaman dilakukan di area konservasi Gunung Congkrang yang mulai mengalami degradasi dan kegundulan.
Aksi “Tanam Kontribusi” tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, tetapi juga diisi dengan berbagai kegiatan pendukung. Di antaranya edukasi ekologi mengenai teknik penanaman yang benar agar tingkat kelangsungan hidup bibit lebih tinggi, digital tracking untuk pemantauan lokasi tanam sebagai bagian dari komitmen perawatan berkelanjutan, serta diskusi mengenai pentingnya kolaborasi dan konsistensi dalam menjaga kelestarian alam.
"Satu bibit mungkin terlihat kecil sekarang, tapi jika dilakukan oleh ratusan mahasiswa secara konsisten, ini akan menjadi hutan yang menyelamatkan paru-paru kota kita," pungkas Riki Jali, salah satu mahasiswa peserta kegiatan.
Kegiatan ditutup dengan komitmen bersama seluruh peserta untuk melakukan perawatan lanjutan terhadap bibit yang telah ditanam, sehingga kontribusi yang diberikan tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.
Aksi lingkungan ini diinisiasi oleh Jabar Bergerak Zillenial Garut dan Paguyuban Kolaborasi Hijau, serta melibatkan Pamagar Polban, Hidobuldogar Polman, Munggaran Unsil, KMG UPI, Pamasagi Unpad, FORSA UIN Solo, Kemaga Yogyakarta, Kemaga Unjani, Himaga IPB, Format ITB, Gigabyte Telkom, dan Garuters.***
0 Komentar
Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.