Beranda Menlu Iran Peringatkan AS di Tengah Lonjakan Harga Minyak Global

Menlu Iran Peringatkan AS di Tengah Lonjakan Harga Minyak Global

Oleh, Redaksi
10 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Ilustrasi - Selat Hormuz. (Foto: dok/istimewa)

SuaraGarut.id - Ketegangan di kawasan Timur Tengah semakin meningkat dan mulai memicu kekhawatiran terhadap stabilitas ekonomi global. Situasi ini juga berdampak pada lonjakan harga energi dan komoditas di pasar dunia.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi pada Senin (9/3) memperingatkan Amerika Serikat bahwa Iran siap menghadapi kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas di tengah meningkatnya ketegangan.

Araghchi menuding Washington berupaya menargetkan fasilitas strategis Iran, termasuk sektor minyak dan nuklir, yang menurutnya turut memicu gejolak harga komoditas global.

Melalui pernyataannya di platform media sosial X, Araghchi menyebut dampak konflik tersebut mulai terlihat di pasar energi dunia.

“Sembilan hari sejak Operasi Epic Mistake, harga minyak telah berlipat ganda sementara seluruh komoditas melonjak tajam.”

Ia juga menuding adanya rencana Amerika Serikat untuk menyerang fasilitas penting milik Iran.

“Amerika Serikat sedang bersekongkol untuk menargetkan fasilitas minyak dan nuklir kami dengan harapan dapat menahan guncangan inflasi yang sangat besar.”

Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan kesiapan Iran menghadapi kemungkinan konflik lanjutan.

“Iran sepenuhnya siap.” Dia juga menyampaikan peringatan dengan mengatakan bahwa “kami juga memiliki banyak kejutan yang telah disiapkan.”

Ketegangan di kawasan meningkat setelah Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan bersama terhadap Iran pada 28 Februari lalu. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 1.200 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.

Menurut Pentagon, lebih dari 50.000 personel militer Amerika Serikat terlibat dalam operasi militer yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury.

Sebagai respons, Teheran meluncurkan serangan balasan menggunakan drone dan rudal yang menargetkan wilayah Israel, Yordania, Irak, serta beberapa negara Teluk yang menjadi lokasi aset militer Amerika Serikat.

Iran menyebut langkah tersebut sebagai bentuk pertahanan diri di tengah meningkatnya konflik di kawasan.***

Sumber: Anadolu

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.