SuaraGarut.id – Kepemimpinan Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina menghadirkan pendekatan berbeda dalam membangun kedekatan antara pemerintah dan masyarakat. Melalui sebuah kegiatan di Desa Mekarsari, Kecamatan Selaawi, para pejabat daerah berbaur langsung dengan warga, mulai dari berbuka puasa, salat tarawih, hingga sahur bersama.
Kegiatan yang berlangsung sejak Jumat (13/3) malam hingga Sabtu (14/3) dini hari ini diawali dengan pelayanan publik bagi masyarakat, dilanjutkan dengan buka puasa bersama dan salat tarawih yang dihadiri langsung oleh Bupati Garut Abdusy Syakur Amin dan Wakil Bupati Garut Putri Karlina.
Selain itu, kegiatan juga diisi dengan arahan kepada para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama (PPTP) serta Pejabat Administrator di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut. Acara kemudian dilanjutkan dengan sahur bersama dan ditutup dengan Festival Kohkol yang diikuti oleh sembilan RW di Desa Mekarsari.
Kegiatan ini memiliki keunikan tersendiri karena seluruh pejabat struktural dan administrator di lingkungan Pemkab Garut diinstruksikan untuk menginap di rumah-rumah warga kurang mampu di Desa Mekarsari. Langkah ini dilakukan agar para pejabat dapat merasakan langsung kehidupan masyarakat sekaligus membangun kedekatan emosional.
Selama berada di desa tersebut, para pejabat juga menggunakan jasa ojek pangkalan setempat untuk mobilitas mereka. Selain itu, seluruh konsumsi untuk kegiatan buka puasa dan sahur disediakan oleh warung serta pelaku UMKM setempat.
Bupati Garut Abdusy Syakur Amin mengatakan kegiatan ini merupakan terobosan yang baru pertama kali dilakukan di Kabupaten Garut, bahkan mungkin di tingkat Jawa Barat maupun nasional. Menurutnya, kehadiran para pejabat untuk tinggal bersama masyarakat menjadi cara untuk mempererat interaksi sekaligus menyerap aspirasi warga secara langsung.
"Tentu saja kami mendukung hal-hal ini, dan alhamdulilah pada hari ini ini sudah terealisasi. Dan saya juga kaget, tadi di jalan banyak sekali masyarakat yang aktif dalam kegiatan ini. Tepuk tangan buat masyarakat Mekarsari," ucapnya.
Bupati juga menekankan pentingnya penguatan sektor pariwisata desa melalui beberapa aspek, di antaranya menjaga kebersihan lingkungan, mengembangkan produk unggulan seperti kerajinan sangkar burung Selaawi, keterbukaan terhadap wisatawan, serta menjamin keamanan bagi para pengunjung.
"Nanti saya harapkan ada interaksi sama masyarakat kiranya ada yang bisa dibantu oleh Pemerintah Kabupaten Garut, bisa segera direalisasikan khususnya buat warga Desa Mekarsari. Dan kemudian selanjutnya nanti ke depan tidak hanya terhenti disini komunikasinya terus berjalan dengan baik," katanya.
Kepala Desa Mekarsari, Ajie Nugraha, mengungkapkan bahwa Festival Kohkol berawal dari ide sederhana yang kemudian berkembang menjadi kegiatan besar melalui kolaborasi berbagai pihak.
"Begitu luar biasanya hal yang sederhana awal mulanya, hanya karnaval kohkol tapi berkembang menjadi sebuah kegiatan yang luar biasa. Ada pemberdayaan yang luar biasa dalam kegiatan ini. Insha Allah semua yang baik ibu keluarkan insha Allah akan menjadi amal kebaikan," katanya.
Ajie menilai kegiatan tersebut juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, mulai dari meningkatnya pendapatan ojek pangkalan, penyewaan rumah warga, hingga penjualan kuliner lokal.
"Hari ini adalah hari sejarah bagi warga Desa Mekarsari maupun bagi Kabupaten Garut karena mungkin baru kali ini seluruh pejabat datang ke desa kita menginap di desa kita," ujarnya.
Sejumlah warga yang dimintai tanggapan turut menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Mereka merasa bangga dengan kehadiran para pejabat yang berbaur langsung dengan masyarakat, meski berharap kegiatan serupa juga dapat dilaksanakan di wilayah lain.***
0 Komentar :
Belum ada komentar.