- Oleh Redaksi
- 23, Apr 2026
SuaraGarut.id – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menegaskan pentingnya peran aktif humas perangkat daerah dalam merespons keluhan dan opini masyarakat di media sosial.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri kegiatan Garut Government Public Relations (GGPR): In House Training bagi Humas SKPD, kecamatan, desa/kelurahan, serta UPT SKPD se-Kabupaten Garut, yang digelar di Ruang Rapat Sekretariat Daerah (Setda), Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (22/4/2026).
Dalam arahannya, Putri Karlina menyoroti bahwa media sosial kini menjadi ruang utama masyarakat dalam menilai kinerja pemerintah. Ia menilai, ketidakhadiran atau kurangnya respons dari instansi pemerintah sering memicu persepsi negatif.
"Karena mereka sendiri tidak menginformasikan hasil kerjaan mereka ke media sosial atau minimal tidak hadir di media sosial makanya saya tegasin balesin komen itu penting lho, atau misalnya menanggapi satu isu itu penting lho," ucapnya.
Ia menambahkan, fungsi kehumasan tidak hanya sebatas menyebarkan informasi, tetapi juga harus mampu menjawab, mengklarifikasi, dan membangun komunikasi dua arah dengan masyarakat.
"Jangan hanya Wakil Bupatinya aja, jangan hanya Bupatinya aja. Tapi dari SKPD-nya pun harus ada pembelaan," katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Garut, Agus Kurniawan, menjelaskan bahwa kegiatan GGPR bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam penyampaian informasi pembangunan kepada publik.
"Dan juga mungkin hal-hal yang sifatnya bentuk upaya kita untuk dapat berkolaborasi mengajak serta bahwa ini pembangunan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah sendiri dan ini mesti tersampaikan pula," katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Diskominfo dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia di bidang kehumasan.
"Kita sudah menginjak ke sesi ketujuh, yang ini banyak yang minta ini nanti ada praktek (lebih) lanjut. Jadi mungkin kalau levelnya ini baru introduction ya, kemarin yang terakhir kita terkait dengan pembuatan video, yang ini nanti mungkin butuh untuk prakteknya seperti apa," ucap Agus.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat tantangan dalam pemetaan isu strategis yang berkembang setiap minggunya. Ke depan, Diskominfo akan mendorong agar setiap instansi lebih terarah dalam memproduksi informasi yang mampu menjawab isu aktual di masyarakat.
Caption:
Belum ada komentar.