Ribuan Warga Garut Masih Tinggal di Rumah Tak Layak Huni, Pemkab Siapkan Program Perbaikan Tahun 2026


[Ilustrasi pembangunan rumah layak huni/pemkab Sumedang]

SuaraGarut.id – Pemerintah Kabupaten Garut terus berupaya meningkatkan kualitas hunian masyarakat melalui program perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu). Pada tahun 2026, sebanyak 1.471 unit rumah warga miskin menjadi sasaran bantuan yang berasal dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

Sekretaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Kabupaten Garut, Dang Sani Imansyah, menjelaskan bahwa kuota bantuan tahun ini berasal dari program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dari pemerintah pusat serta dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut.

"Dari kementerian, BSPS 1.161 unit, dan dari APBD 310 unit, itu saja untuk sementara," kata Dang Sani, Senin (1/6/2026).

Ia menerangkan, setiap penerima bantuan dari program BSPS akan memperoleh stimulan sebesar Rp20 juta per unit rumah. Sementara bantuan yang bersumber dari APBD Kabupaten Garut diberikan sebesar Rp15 juta untuk setiap rumah yang diperbaiki.

Saat ini, pelaksanaan program masih berada pada tahap persiapan. Adapun penerima bantuan diprioritaskan bagi masyarakat miskin yang masuk dalam kategori desil 1 hingga desil 4 berdasarkan data kesejahteraan sosial yang telah ditetapkan pemerintah.

Meski program tersebut akan menjangkau ribuan rumah warga, jumlah tersebut masih jauh dari total kebutuhan yang ada di Kabupaten Garut. Berdasarkan data sementara, jumlah rumah tidak layak huni di Garut masih mencapai sekitar 24 ribu unit yang tersebar di berbagai kecamatan.

"Data rutilahu sementara ada 24 ribu, untuk itu peran serta dari pihak swasta jelas dibutuhkan sekali karena akan sulit kalau semuanya harus ditangani pemerintah," ujarnya.

Menurut Dang Sani, penyelesaian persoalan rutilahu tidak bisa hanya mengandalkan kemampuan pemerintah. Oleh karena itu, keterlibatan dunia usaha melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dinilai sangat penting untuk mempercepat perbaikan rumah warga yang membutuhkan.

Ia menyebutkan, dukungan sektor swasta mulai terlihat melalui program CSR yang dijalankan PT Astra. Perusahaan tersebut telah membantu perbaikan 85 unit rumah milik warga kurang mampu yang tersebar di empat desa di Kecamatan Pakenjeng dan Kecamatan Cikajang.

"Program tersebut diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk turut berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hunian masyarakat di Kabupaten Garut," ucap Dang Sani.

Pemerintah Kabupaten Garut berharap kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dapat mempercepat penanganan rumah tidak layak huni sehingga semakin banyak warga yang dapat menikmati tempat tinggal yang aman dan layak.***

Sumber Kabar Garut

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka