- Oleh Redaksi
- 30, Mar 2026
SuaraGarut.id - Kedutaan Besar Rusia untuk Inggris mengecam dugaan keterlibatan langsung Inggris dalam konflik dengan Iran. Rusia menilai London ikut berperan dengan mengizinkan pesawat militer Amerika Serikat menggunakan pangkalan militernya untuk melancarkan serangan ke Iran.
Duta Besar Rusia untuk Inggris, Andrey Kelin, menyebut langkah tersebut sebagai bukti nyata keterlibatan Inggris dalam eskalasi konflik yang tengah berlangsung.
"Mereka suka mengklaim bahwa Inggris Raya diduga tidak ikut campur, hanya menawarkan dukungan 'pertahanan' minimal kepada sekutu sembari mendorong solusi diplomatik. Siapa yang mereka bodohi?" kata Kelin dikutip dari RIA Novosti pada Minggu, 5 April 2026.
Kelin menegaskan bahwa penggunaan pangkalan militer Inggris oleh Amerika Serikat, serta pengerahan pesawat militer Inggris ke kawasan konflik, mencerminkan keterlibatan langsung dalam perang, terlepas dari penjelasan pemerintah Inggris.
"Terlepas dari publik Inggris yang naif. Membiarkan Amerika melancarkan serangan ke Iran dari pangkalan mereka dan mengerahkan pesawat militer ke wilayah tersebut sama dengan keterlibatan langsung, tidak peduli bagaimana Keir Starmer mencoba menjelaskan masalah ini secara berbeda. Saya percaya kepemimpinan Iran telah memperhatikan ini," imbuhnya.
Sebelumnya, pada awal Maret, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan bahwa pemerintah Inggris menyetujui permintaan Amerika Serikat untuk menggunakan pangkalan militernya dalam serangan terhadap depot rudal Iran.
Dalam pernyataannya, Kelin juga menuding Inggris berupaya mendorong lebih banyak negara untuk mengambil sikap berseberangan dengan Iran.
Eskalasi konflik sendiri bermula ketika Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan ke sejumlah target di Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut dilaporkan menyasar beberapa titik, termasuk di Teheran, dan menyebabkan kerusakan serta korban jiwa di kalangan warga sipil.
Sebagai respons, Iran kemudian melancarkan serangan balasan ke wilayah Israel serta fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Pada awalnya, Amerika Serikat dan Israel menyebut serangan tersebut sebagai langkah "pencegahan" terhadap ancaman yang diklaim berasal dari program nuklir Iran. Namun, belakangan keduanya juga menegaskan adanya dorongan untuk perubahan kekuasaan di Iran.***
Belum ada komentar.