- Oleh Redaksi
- 01, Jun 2026
SuaraGarut.id – Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto menanggung secara pribadi setiap kelebihan biaya dalam perjalanan dinas ke luar negeri yang melampaui anggaran negara.
Pernyataan tersebut disampaikan Teddy sebagai tanggapan atas sorotan terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo yang sebelumnya disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal.
Menurut Teddy, seluruh biaya perjalanan Presiden telah memiliki alokasi anggaran yang ditetapkan negara. Namun, apabila terdapat pengeluaran yang melebihi batas anggaran tersebut, maka seluruh selisihnya ditanggung langsung oleh Presiden Prabowo menggunakan dana pribadi.
"Masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," ujar Teddy melalui siaran video yang diunggah Sekretariat Kabinet, Senin (1/6/2026).
Sebelumnya, Dino Patti Djalal melalui sebuah video di media sosial menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri Presiden yang dinilainya cukup tinggi. Ia juga menyinggung besarnya biaya yang biasanya menyertai kunjungan kenegaraan, mulai dari kebutuhan rombongan, akomodasi, hingga pengamanan.
Selain menjelaskan soal pembiayaan, Teddy juga menanggapi isu mengenai jumlah personel yang ikut dalam rombongan Presiden saat melakukan perjalanan ke luar negeri.
Menurutnya, jumlah rombongan Presiden Prabowo saat ini jauh lebih sedikit dibandingkan periode pemerintahan sebelumnya.
"Jumlah rombongan, ini sangat penting, jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya. Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino (Patti Djalal) seperti itu," tuturnya.
Teddy menjelaskan, jumlah peserta dalam rombongan Presiden saat ini berkisar antara 50 hingga 60 orang. Jumlah tersebut disebutnya telah diketahui banyak pihak, termasuk kalangan media yang kerap meliput kegiatan kenegaraan.
"Zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," imbuh Teddy.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk memberikan penjelasan terkait mekanisme pembiayaan perjalanan luar negeri Presiden sekaligus menjawab berbagai pandangan yang berkembang mengenai aktivitas diplomasi internasional yang dilakukan pemerintah.
Belum ada komentar.