WFH Diperpanjang Hingga Dua Bulan, Pemerintah Bidik Pemulihan Ekonomi Kuartal II


[Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/ekon.go.id]

SuaraGarut.id - Pemerintah kembali menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional di tengah dinamika ekonomi global. Salah satu kebijakan yang akan diterapkan ialah melanjutkan sistem work from home (WFH) selama dua bulan ke depan.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan kebijakan tersebut menjadi bagian dari penyesuaian pemerintah di sektor ekonomi dan ketenagakerjaan.

“Akan dilanjutkan work from home untuk dua bulan ke depan,” ujar Airlangga melansir dari pikiran-rakyat.com.

Menurut Airlangga, langkah tersebut diambil sebagai upaya menjaga laju pertumbuhan ekonomi nasional di tengah kondisi global yang masih dinamis pasca berakhirnya konflik internasional yang berdampak pada ekonomi dunia.

Pemerintah menyebut penerapan WFH selama dua bulan mendatang merupakan bagian dari strategi adaptasi kebijakan ekonomi dan ketenagakerjaan. Namun hingga kini, belum ada penjelasan rinci terkait teknis pelaksanaan maupun sektor yang akan menerapkan kebijakan tersebut.

Selain kebijakan WFH, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai insentif ekonomi untuk menjaga aktivitas ekonomi nasional, khususnya pada kuartal II tahun 2026.

“Selain itu juga ada beberapa insentif yang sedang dipersiapkan oleh pemerintah untuk mendorong agar ekonomi di kuartal kedua bisa bergerak,” ungkapnya.

Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus memperkuat aktivitas dunia usaha di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

Meski telah memasuki tahap persiapan, pemerintah belum memerinci bentuk insentif ekonomi yang akan diberikan maupun sektor prioritas penerima kebijakan tersebut.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka