- Oleh Redaksi
- 12, May 2026
SuaraGarut.id - Nama Luky Alfirman menjadi sorotan publik setelah resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan pada Senin, 11 Mei 2026.
Pencopotan tersebut terjadi setelah terungkap adanya celah pada sistem perangkat lunak Direktorat Jenderal Anggaran (DJA) yang membuat anggaran pengadaan motor listrik untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dicairkan meski sebelumnya telah ditolak oleh Menteri Keuangan.
Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa sistem perangkat lunak di DJA saat ini sedang diperbaiki agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
"Itu software dari Ditjen Anggaran sedang diperbaiki supaya tidak kebobolan seperti kemarin. Tahun lalu itu memang kebobolan. Waktu kita sudah menolak pembelian motor untuk BGN, ternyata tetap jalan," ujar Purbaya, mengutip dari pikiran-rakyat.com.
Pernyataan tersebut memunculkan dugaan kuat bahwa pergantian jabatan Luky berkaitan langsung dengan lolosnya anggaran pengadaan motor listrik tersebut. Saat ditanya wartawan mengenai alasan pencopotan bawahannya, Purbaya hanya memberikan jawaban singkat.
"Mungkin. Anda tebak sendiri," katanya kepada wartawan pada Senin, 11 Mei 2026.
Kasus ini bermula dari tetap cairnya anggaran pengadaan 21.801 unit motor listrik untuk kebutuhan operasional Program Makan Bergizi Gratis milik Badan Gizi Nasional.
Padahal, menurut pengakuan Menteri Keuangan, usulan pembelian tersebut sebelumnya telah ditolak secara resmi. Kondisi itu kemudian menimbulkan pertanyaan terkait sistem pengawasan internal di Direktorat Jenderal Anggaran yang bertugas mengelola APBN.
Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana memastikan kendaraan listrik tersebut memang sudah dibeli untuk menunjang mobilitas program MBG pada 2025.
Luky Alfirman sendiri dikenal sebagai birokrat senior di lingkungan Kementerian Keuangan. Pria kelahiran Bandung, 27 Maret 1970 itu merupakan lulusan Teknik Industri Institut Teknologi Bandung sebelum melanjutkan pendidikan ekonomi hingga meraih gelar doktor di University of Colorado.
Kariernya di Kementerian Keuangan dimulai sejak 1995 melalui Direktorat Jenderal Pajak. Sepanjang kariernya, Luky pernah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Chief of Staff Menteri Keuangan, Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan, hingga akhirnya menjadi Direktur Jenderal Anggaran.
Selain Luky Alfirman, Menteri Keuangan juga melakukan pergantian terhadap Febrio Nathan Kacaribu dari jabatan Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Namun perhatian publik lebih tertuju pada kasus pengadaan motor listrik MBG yang dinilai menjadi isu utama di balik pencopotan tersebut.***
Sumber pikiran-rakyat.com
Belum ada komentar.