Korban Insiden KRL vs Argo Bromo Capai 91 Orang, 15 Di Antaranya Meninggal


[Situasi proses penarikan badan rangkaian kereta yang terdampak dari jalur rel di Stasiun Bekasi Timur menggunakan alat berat, Selasa, 28 April 2026 pukul 12.59 WIB. (Foto: RRI/Zahfa Putri)]

SuaraGarut.id - Jumlah korban meninggal dunia dalam kecelakaan antara KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur kembali bertambah. Hingga Selasa, 28 April 2026, tercatat sebanyak 15 orang meninggal dunia akibat insiden tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto. Ia merinci sebaran korban meninggal yang saat ini berada di sejumlah rumah sakit.

“Update per hari ini meninggal 15 (10 jenazah di Rumah Sakit Polri, 3 jenazah di RSUD Bekasi, 1 jenazah di RS Bela, 1 jenazah di RS Mitra),” kata Kombes Budi dalam keterangannya, melansir dari pikiran-rakyat.com.

Selain korban meninggal, jumlah korban luka juga cukup signifikan. Hingga saat ini tercatat 76 orang mengalami luka-luka dan tengah menjalani perawatan medis di berbagai rumah sakit.

“Luka-luka ada 76 orang,” ucap Budi.

Dengan demikian, total korban dalam kecelakaan maut di Bekasi Timur ini mencapai 91 orang.

Berdasarkan informasi awal, kecelakaan bermula dari sebuah taksi yang melintas di perlintasan sebidang tanpa memperhatikan faktor keselamatan. Kendaraan tersebut dilaporkan menabrak rangkaian KRL di jalur dekat Bulak Kapal.

Akibat insiden tersebut, perjalanan KRL terhenti di jalur. Pada saat bersamaan, KA Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama tidak sempat menghindar sehingga tabrakan pun terjadi.

“KRL berhenti, di belakangnya ada Kereta Argo Bromo,” kata Franoto menjelaskan situasi awal kejadian.

Peristiwa ini berdampak pada terganggunya operasional perjalanan kereta api di lintas Bekasi. Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan penyebab pasti kecelakaan tersebut.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka