- Oleh Redaksi
- 27, Apr 2026
SuaraGarut.id - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia mengungkapkan bahwa kasus hantavirus bukan penyakit baru di Indonesia. Dalam tiga tahun terakhir, tercatat sebanyak 23 kasus positif dengan tiga kasus kematian akibat infeksi virus tersebut.
"Ya sudah ada sejak lama sebenarnya (kasus Hantavirus)," kata Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, melansir dari pikiran-rakyat.com.
Aji menjelaskan, penyebaran hantavirus telah ditemukan di sembilan provinsi, yakni Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Sumatera Barat, Banten, Jawa Timur, dan Kalimantan Barat.
"Ini situasi nasional. Ada 23 positif, tiga kematian, sisanya sembuh. Sisa dua kasus suspek sudah terkonfirmasi negatif," ujarnya.
Kemenkes memastikan jenis hantavirus yang ditemukan di Indonesia merupakan Seoul virus, berbeda dengan Andes virus yang menjadi sorotan dalam wabah di kapal pesiar MV Hondius.
Penularan virus umumnya berasal dari tikus dan celurut yang terinfeksi, baik melalui gigitan, air liur, urine, feses, maupun partikel debu yang terhirup dari lingkungan yang terkontaminasi.
Data Kemenkes menunjukkan kasus Seoul virus paling banyak ditemukan pada tahun lalu dengan total 17 kasus. Sementara pada 2024 tercatat satu kasus, dan hingga 2026 sudah ditemukan lima kasus baru.
Untuk mencegah penularan hantavirus, Kemenkes mengimbau masyarakat menjaga kebersihan lingkungan dan menghindari kontak langsung dengan tikus maupun kotorannya. Masyarakat juga diminta membiasakan membersihkan rumah menggunakan metode wet cleaning, menyimpan makanan di wadah tertutup, serta menutup akses masuk tikus ke dalam rumah.
Selain itu, masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala yang mengarah pada infeksi hantavirus.***
Sumber Pikiran-rakyat.com
Belum ada komentar.