- Oleh Redaksi
- 12, May 2026
SuaraGarut.id – SMAN 1 Pontianak memutuskan tidak akan mengikuti pelaksanaan ulang final Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat. Keputusan tersebut disampaikan setelah MPR RI memutuskan mengulang lomba menyusul polemik penilaian yang viral di media sosial.
Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, menegaskan bahwa langkah yang diambil pihak sekolah sejak awal bukan bertujuan membatalkan hasil perlombaan, melainkan meminta kejelasan terkait proses penilaian yang dinilai bermasalah.
"SMAN 1 Pontianak tidak memiliki maksud untuk menganulir hasil lomba, melainkan semata-mata untuk memperoleh kejelasan melalui klarifikasi terhadap poin-poin yang dipersoalkan," ujarnya, mengutip dari cnnindonesia.com.
Ia juga memastikan upaya klarifikasi tersebut bukan untuk menyerang pihak tertentu maupun menjatuhkan kredibilitas penyelenggara.
"Langkah yang dilakukan bukan merupakan upaya untuk menyerang ataupun menjatuhkan kredibilitas lembaga, penyelenggara lomba, maupun individu tertentu," katanya.
Meski memutuskan tidak ikut dalam lomba ulang, SMAN 1 Pontianak tetap menghormati hasil final tingkat provinsi dan memberikan dukungan kepada SMAN 1 Sambas yang akan mewakili Kalimantan Barat di tingkat nasional.
"SMAN 1 Pontianak menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan serta menyampaikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai perwakilan Kalimantan Barat pada ajang LCC 4 Pilar tingkat nasional," kata Indang.
Pihak sekolah juga menyampaikan permohonan maaf atas polemik yang terjadi dan berharap persoalan dapat diselesaikan dengan semangat kebersamaan. Dalam pernyataannya, sekolah turut memberi sinyal akan kembali berpartisipasi pada ajang serupa tahun depan.
"Sampai jumpa di LCC 4 Pilar 2027," tulis Indang.
Polemik LCC 4 Pilar MPR RI Kalbar sebelumnya mencuat setelah video penilaian juri viral di media sosial. Dalam tayangan tersebut, dua regu peserta memberikan jawaban yang dianggap serupa, namun memperoleh penilaian berbeda dari dewan juri.
Menyikapi polemik tersebut, Ketua MPR RI Ahmad Muzani memutuskan final tingkat Kalimantan Barat akan diulang dengan melibatkan juri independen dari kalangan akademisi daerah. Sebelumnya, MPR RI juga telah menyampaikan permintaan maaf atas kelalaian dalam proses penjurian.
"Kami mohon maaf atas kelalaian dewan juri. Kami akan tindak lanjuti kejadian ini," kata Wakil Ketua MPR Abcandra Muhammad Akbar Supratman.***
Belum ada komentar.