Kemhan Pulangkan 32 Peserta SPPI yang Hamil, Tetap Berhak Ikut Latsarmil pada Gelombang Berikutnya


[Kepala BPSDM Kementerian Pertahanan, Majyen TNI Ketut Gede Wetan Pastia/akurat.co]

SuaraGarut.id – Kementerian Pertahanan (Kemhan) memulangkan 32 peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Tahun 2026 yang diketahui sedang hamil saat mengikuti latihan bela negara dan manajerial atau latihan dasar militer (Latsarmil). Meski demikian, para peserta tetap dinyatakan lulus seleksi dan diberi kesempatan mengikuti pendidikan pada batch berikutnya.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia, menjelaskan bahwa keberadaan peserta hamil menjadi perhatian setelah sebelumnya dikonfirmasi oleh Kementerian Koperasi. Menurutnya, pada proses rekrutmen awal tidak terdapat aturan yang secara khusus melarang peserta hamil mengikuti program tersebut.

"Yang berdasarkan syarat karena memang di awal tidak dibatasi, tidak ditentukan pasti sehingga tersaring," kata Ketut dalam konferensi pers di Kantor Kemhan, melansir dari akurat.co.

Ia mengatakan keputusan memulangkan peserta diambil dengan mempertimbangkan aspek kemanusiaan, kondisi kesehatan peserta, serta situasi di lingkungan pendidikan.

Meski dipulangkan, Kemhan memastikan hak para peserta tetap terjaga. Mereka masih berstatus memenuhi syarat dan dapat melanjutkan pendidikan ketika pelaksanaan Latsarmil dibuka kembali pada gelombang berikutnya.

"Statusnya dia masih memenuhi syarat dan bisa melanjutkan pada saat kegiatan pendidikan nanti ada rencananya batch berikutnya," jelasnya.

Ketut menegaskan keputusan tersebut tidak menghilangkan status kelulusan peserta, melainkan murni dilakukan demi menjaga keselamatan dan kesehatan mereka selama menjalani pendidikan.

Selain peserta yang sedang hamil, Kemhan juga mengungkapkan terdapat peserta yang baru saja melahirkan. Peserta tersebut tetap diberikan kesempatan mengikuti program setelah kondisi kesehatannya dipastikan aman.

"Memang ada satu lagi bukan yang hamil saja, ada yang melahirkan. Tetap kita melanjutkan karena memang sudah proses kelahirannya berjalan secara aman," tuturnya.

Lebih lanjut, Ketut menjelaskan bahwa pendidikan SPPI berorientasi pada pembentukan karakter melalui pendidikan bela negara, bukan pendidikan militer untuk mencetak prajurit. Program ini dirancang untuk menanamkan disiplin, integritas, dan etos kerja kepada para peserta.

"Di sini lebih menekankan pada bela negara. Memang awalnya itu adalah bagian daripada Komcad itu, Bela Negara itu mirip. Tapi di awal diawali dengan penanaman disiplin, dalamnya ada materi-materi yang berkaitan dengan tadi bentuknya penanaman disiplin itu dalam bentuk kegiatan militer dasar. Ya, PBB, PPM, P5 kalau kita sebut," jelasnya.

Menurut Ketut, program SPPI tetap dilanjutkan karena bertujuan mencetak calon manajer koperasi yang profesional dan berintegritas. Namun, menyusul sejumlah kejadian selama pelaksanaan program, Kemhan telah melakukan berbagai langkah mitigasi, termasuk memulangkan peserta hamil, melakukan tracing, serta mengelompokkan peserta yang memiliki gejala penyakit agar memperoleh penanganan lebih cepat.

Kemhan juga membantah anggapan bahwa latihan fisik dalam program SPPI terlalu berat. Ketut menegaskan seluruh materi latihan telah disusun secara terukur sesuai tujuan program yang lebih mengedepankan pembentukan karakter dan kemampuan intelektual.

"Untuk porsi latihan dari saudara-saudara kita yang tergabung dalam SPPI ini, ini semuanya sudah terukur. Artinya terukur adalah awal kita memang ini bukan untuk menjadi militer, tetapi adik-adik ini disiapkan untuk memiliki disiplin, integritas, dan juga etos kerja. Sehingga porsi sejak awal itu porsinya tidak berat," ungkapnya.

Ia menambahkan, program SPPI juga membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan seleksi. Hal tersebut, menurutnya, menjadi bukti bahwa kemampuan fisik bukan aspek utama dalam pelaksanaan program.

"Bahkan kami sampaikan di sini dalam proses rekrutmen juga saudara-saudara kita yang disabilitas juga kita terima, ada yang lulus, ada empat saudara-saudara kita yang disabilitas. Artinya mengacu pada ini, kami sampaikan bahwa porsi fisik itu sama sekali tidak menjadi beban kepada teman-teman SPPI dan kami mengetahui bahwa ini adalah yang dikedepankan adalah inteligensianya," tegasnya.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka