9 WNI Aktivis Kemanusiaan Dikabarkan Dibebaskan Israel, Pemerintah Siapkan Pemulangan


[Thoudy Bada Rifanbillahi dan Andi Angga Prasadewa, dua dari total sembilan WNI dalam ekspedisi Global Sumud Flotilla menuju Gaza yang ditangkap otoritas Israel.]

SuaraGarut.id - Kabar baik datang dari misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0. Sebanyak sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang sebelumnya ditahan militer Israel di perairan internasional dekat Siprus dikabarkan masuk dalam daftar pembebasan.

Koordinator Dewan Pengarah Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), Maimon Herawati, menyampaikan informasi tersebut berdasarkan data yang diterima tim pendamping hukum.

"Yang perlu kita tunggu adalah manifest dari pesawat. Apakah kesembilannya masuk ke dalam pesawat," tuturnya dalam video yang diunggah Global Peace Convoy, Kamis, 21 Mei 2026 malam.

Maimon meminta masyarakat terus memantau perkembangan terbaru terkait kondisi para WNI tersebut. Ia menjelaskan, setelah para aktivis tiba di Istanbul, Turki, langkah selanjutnya adalah mendokumentasikan kesaksian mereka terkait dugaan tindakan yang dilakukan pihak Israel selama penahanan berlangsung.

Selain itu, pihaknya juga akan menyiapkan dokumen hukum untuk membawa kasus tersebut ke Mahkamah Pidana Internasional atau ICC.

Sembilan WNI yang tergabung dalam misi kemanusiaan sipil internasional itu terdiri dari jurnalis dan aktivis kemanusiaan dari berbagai lembaga. Mereka adalah Andre Prasetyo Nugroho dari TV Tempo, Bambang Nuroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Rahendro Herubowo dari iNews TV, Andi Angga P dari Rumah Zakat, Ronggo Wirasanu dan Herman Budianto dari Dompet Dhuafa, As'ad Aras dari Spirit of Aqsha, serta Hendro Prasetyo dari SMART 171.

Mereka diketahui mengikuti pelayaran kemanusiaan menuju perbatasan Gaza untuk menyalurkan bantuan bagi warga Palestina yang terdampak konflik dan blokade berkepanjangan.

Sebelumnya, insiden penahanan terjadi pada 18 Mei 2026 di perairan internasional dekat Siprus, sekitar 250 mil laut dari Gaza. Tindakan tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk pemerintah Indonesia.

Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia mengecam tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan internasional tersebut. Pemerintah Indonesia juga menegaskan perlindungan terhadap WNI menjadi prioritas utama di tengah situasi yang terus berkembang.

"Perlindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama Pemerintah Indonesia di tengah situasi yang berkembang sangat cepat," demikian keterangan Kementerian Luar Negeri.

Pemerintah Indonesia juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memastikan keselamatan para WNI sekaligus menyiapkan langkah percepatan pemulangan apabila diperlukan.***

Sumber pikiran-rakyat.com 

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka