Delapan Calon Haji Asal Jawa Barat Wafat Selama Pelaksanaan Ibadah Haji 2026


[Ilustrasi/Delapan Jemaah Haji Jabar Wafat di Tanah Suci, Gangguan Jantung Mendominasi/bpkh]

SuaraGarut.id – Jumlah jemaah haji asal Jawa Barat yang meninggal dunia selama pelaksanaan ibadah haji 1447 Hijriah/2026 Masehi bertambah menjadi delapan orang hingga 16 Mei 2026. Tujuh jemaah dilaporkan wafat di Arab Saudi, sementara satu orang meninggal dunia di embarkasi sebelum keberangkatan.

Berdasarkan data terbaru, mayoritas jemaah yang wafat berasal dari Kabupaten Bekasi. Salah satu jemaah yang meninggal yakni Sudarno Martopawiro asal Kabupaten Bekasi dari kloter KJT 14. Ia wafat di Mouwasat Hospital Madinah pada 2 Mei 2026 akibat cardiogenic shock dan dimakamkan di Baqi Madinah dalam usia 73 tahun, mengutip dari pikiran-rakyat.com.

Selain itu, Aen Soleh asal Kabupaten Bogor juga dilaporkan meninggal dunia di Saudi Germany Hospital Madinah pada 5 Mei 2026 akibat acute respiratory failure dalam usia 56 tahun.

Empat jemaah lainnya wafat di Makkah, yakni Amid Asim asal Kabupaten Bekasi, Moh Ali Karman asal Kabupaten Cirebon, Adang Abdul Hasan asal Kabupaten Bandung, dan Muhamad Soleh asal Kabupaten Bekasi. Sebagian besar penyebab kematian berkaitan dengan gangguan jantung.

Sementara itu, jemaah bernama Yasan Miskarim asal Kabupaten Bekasi dilaporkan meninggal dunia pada 16 Mei 2026 di kawasan Sa’i Street, Makkah akibat cardiogenic shock pada usia 69 tahun.

Adapun satu jemaah lainnya, Daman Ratamjayar asal Kabupaten Indramayu, wafat di Embarkasi Haji Indramayu pada 15 Mei 2026 akibat asphyxia sebelum diberangkatkan ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian, menyampaikan duka cita atas wafatnya para jemaah. Ia juga mengingatkan seluruh jemaah agar menjaga kondisi fisik menjelang puncak ibadah haji.

"Jemaah diimbau tidak banyak melakukan kegiatan selain ibadah terutama menjelang puncak haji nanti," ucap Boy, Minggu, 17 Mei 2026.

Menurutnya, ibadah haji merupakan ibadah yang didominasi aktivitas fisik sehingga kondisi kesehatan harus tetap dijaga agar seluruh rangkaian ibadah dapat dijalani dengan lancar.

Senada dengan itu, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Maria Assegaf, meminta seluruh jemaah mulai mengatur aktivitas dan menjaga stamina menjelang fase puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).

“Menjelang Armuzna, kami mengajak seluruh jemaah untuk mulai menghemat energi dan menjaga stamina. Jangan memaksakan aktivitas fisik yang tidak mendesak agar kondisi tubuh tetap prima saat memasuki fase puncak haji,” ujar Maria Assegaf di Jakarta, Kamis, 14 Mei 2026.

Hingga saat ini, sebanyak 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan menuju Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, 353 kloter dengan 136.422 jemaah telah tiba di Makkah secara bertahap dari Madinah.

PPIH Arab Saudi juga terus mematangkan kesiapan layanan puncak haji, termasuk akomodasi, konsumsi, dan transportasi jemaah. Pemerintah mengimbau jemaah untuk mengurangi aktivitas di luar hotel, menjaga asupan cairan tubuh, serta menggunakan pelindung diri saat berada di luar ruangan guna mengantisipasi cuaca panas ekstrem di Arab Saudi.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka