- Oleh Redaksi
- 27, Apr 2026
SuaraGarut.id – Peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) di Kota Bandung diwarnai aksi anarkis yang dilakukan oleh sekelompok massa tak dikenal pada Jumat malam (1/5/2026). Massa yang mengenakan atribut serba hitam dilaporkan merusak hingga membakar pos polisi di simpang Jalan Cikapayang–Jalan Tamansari.
Berdasarkan pantauan di lokasi, bangunan pos polisi tersebut hangus terbakar tanpa sisa. Seluruh fasilitas di dalamnya, termasuk videotron yang berada di bagian atas pos, turut rusak akibat kobaran api.
Petugas pemadam kebakaran langsung diterjunkan untuk melakukan proses pendinginan guna memastikan api benar-benar padam. Insiden ini sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar lokasi lumpuh dan harus dialihkan oleh pihak kepolisian.
"Ini pos polisi yang dibakar," ungkap salah seorang anggota polisi yang tengah berjaga di lokasi kejadian, melansir dari pikiran-rakyat.com.
Menanggapi kejadian tersebut, Kapolda Jawa Barat, Rudi Setiawan, menyayangkan aksi kericuhan yang terjadi di tengah kondusifnya peringatan May Day di sejumlah daerah lain di Jawa Barat.
"Ini kelompok masyarakat yang tidak dikenal dengan pakaian hitam, tutup muka, membawa bom molotov, dan melakukan perusakan-perusakan fasilitas umum," ujar Rudy saat memberikan keterangan kepada wartawan.
Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas dengan membubarkan massa serta mengamankan sejumlah orang yang diduga terlibat dalam aksi perusakan tersebut.
"Ini sangat membahayakan sekali apa yang dilakukan oleh mereka. Maka saya mengatakan bahwa ini kelompok-kelompok kriminal. Kita mengimbau untuk mereka membubarkan diri, dan tentunya kami mengamankan para pelaku yang melakukan perusakan," tuturnya menegaskan.
Lebih lanjut, Rudi memastikan bahwa situasi di sekitar lokasi kejadian kini telah kembali kondusif. Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
"Itu suatu perbuatan tindak pidana. Dan tentunya kami akan proses sesuai hukum yang berlaku," kata Rudy.
Diketahui, kelompok berpakaian hitam tersebut sebelumnya diduga menyusup dalam aksi unjuk rasa mahasiswa di depan Gedung DPRD Provinsi Jawa Barat. Namun setelah massa mahasiswa membubarkan diri dengan tertib, kelompok tersebut bergerak menuju simpang Cikapayang–Tamansari dan memicu kericuhan hingga berujung pada pembakaran fasilitas umum.***
Sumber pikiran-rakyat.com
Belum ada komentar.