- Oleh Redaksi
- 10, Apr 2026
SuaraGarut.id – Peringatan Hari Kartini ke-147 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-72 Gabungan Organisasi Wanita (GOW) tingkat Kabupaten Garut berlangsung khidmat di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (21/4/2026).
Acara ini dihadiri oleh Wakil Bupati Garut Putri Karlina, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut Nurdin Yana, Ketua TP PKK Kabupaten Garut Tinneke Hermina, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam sambutannya menegaskan bahwa peringatan Hari Kartini tidak boleh dimaknai sekadar agenda seremonial tahunan. Ia menilai, momen ini harus menjadi refleksi atas perjuangan Raden Ajeng Kartini dalam membuka akses pendidikan dan memperjuangkan kesetaraan perempuan.
"Tema peringatan Hari Kartini tahun ini, "Semangat Kartini Berkarya, Berkreasi, dan Berprestasi" sangat relevan, Kartini masa kini adalah perempuan yang mampu menyeimbangkan peran domestik dengan peran publik, yakni tangguh dalam menghadapi tantangan digitalisasi serta memiliki kepedulian sosial tinggi terhadap lingkungan sekitarnya," ujar Bupati.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada GOW Kabupaten Garut atas kontribusi yang telah diberikan selama 72 tahun. Bupati berharap, kiprah tersebut terus diperkuat guna mendorong pembangunan daerah dan nasional.
Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Garut, Diana Ratna Inten, menekankan bahwa nilai-nilai perjuangan Kartini harus terus disesuaikan dengan perkembangan zaman. Ia menyebutkan bahwa Kartini masa kini bukan sekadar simbol, melainkan representasi pola pikir yang mampu memberi solusi nyata.
"Kartini masa kini bukan sekedar perempuan yang bersekolah tinggi, tetapi perempuan yang mampu memberikan solusi bagi keluarga dan masyarakat," kata Diana.
Dalam laporan kegiatannya, Diana mengungkapkan bahwa GOW telah melaksanakan sekitar 170 program sepanjang satu tahun terakhir. Program tersebut mencakup berbagai bidang, di antaranya:
Penguatan sosial dan pendidikan, seperti dukungan terhadap anak disabilitas netra, pembinaan SLB-A, pasien talasemia, serta anak dengan HIV/AIDS.
Pemberdayaan ekonomi melalui pelatihan UMKM dan peningkatan keterampilan perempuan.
Pengembangan infrastruktur dan lingkungan, termasuk renovasi gedung GOW, pembangunan pojok baca di Desa Cibuah, serta dukungan terhadap program "Garut Hejo" melalui pembangunan greenhouse pembibitan tanaman.
Advokasi sosial, seperti edukasi KDRT, bahaya narkoba, serta inisiatif petisi "Perempuan Garut Menegakkan Keadilan".
Selain itu, GOW juga menggagas sarasehan sebagai ruang dialog lintas generasi guna menjaga kesinambungan perjuangan perempuan.
Diana menegaskan komitmen GOW untuk terus menjadi penggerak kemajuan perempuan di Garut.
"Hal ini dilakukan oleh kami untuk membuktikan bahwa kami perempuan Garut hadir, bersuara, berkarya, berbakti, dan berprestasi. Semoga GOW menjadi motor kemajuan dan kemandirian kaum Wanita Garut tanpa melupakan kewajiban domestik, dan membuka kran komunikasi antara lintas generasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan DPRD Perempuan," pungkasnya.
Kegiatan ditutup dengan semangat solidaritas perempuan atau women supporting women, sebagai ajakan untuk terus memperjuangkan kesetaraan, keadilan, serta akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat.***
Belum ada komentar.