Disdamkarmat Garut Raih Penilaian Tertinggi, Basuki Eko: Hasil Kerja Keras dan Loyalitas Seluruh Personel


[Kadisdamkar Garut menerima penghargaan Bupati Garut]

SuaraGarut – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut berhasil meraih penilaian tertinggi dalam evaluasi kinerja layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan. Capaian tersebut dinilai sebagai buah dari kerja keras, strategi yang tepat, serta dedikasi seluruh personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat di tengah berbagai keterbatasan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan bahwa Kabupaten Garut memiliki tingkat hambatan dan kesulitan yang cukup tinggi dibandingkan daerah lain di Jawa Barat. Hal itu dipengaruhi oleh luas wilayah, jumlah penduduk, banyaknya kecamatan, desa, dan kelurahan, serta kondisi geografis yang menantang.

"Garut memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Jumlah penduduk besar, wilayahnya luas, memiliki kecamatan, desa, dan kelurahan yang termasuk terbanyak di Jawa Barat, ditambah kondisi medan yang cukup berat. Namun, dengan strategi yang tepat, tekad yang kuat, dan loyalitas seluruh anggota, kami mampu menangani setiap permintaan bantuan masyarakat secara tuntas dan paripurna," ujar Usep.

Ia menjelaskan, salah satu indikator penilaian adalah kemampuan memenuhi standar waktu tanggap (response time). Disdamkarmat Garut mampu mempertahankan rata-rata waktu respons maksimal 15 menit sesuai standar pelayanan, kecuali untuk layanan tertentu yang memang harus dilaksanakan pada waktu khusus.

"Misalnya penanganan sarang tawon. Walaupun laporan masuk pada siang hari, evakuasi baru dapat dilakukan pada malam hari demi keamanan petugas maupun masyarakat. Hal seperti ini juga menjadi bagian dari standar operasional yang kami jalankan," katanya.

Selain itu, penilaian juga mencakup kualitas penanganan penyelamatan hewan (animal rescue). Menurut Usep, setiap proses evakuasi harus memastikan hewan dapat diselamatkan dalam kondisi hidup dan tidak mengalami cedera.

"Penanganan kami dinilai paripurna apabila hewan berhasil dievakuasi dalam keadaan hidup, aman, dan tidak terluka. Itu menjadi salah satu ukuran keberhasilan layanan penyelamatan," ungkapnya.

Tidak hanya fokus pada proses evakuasi, Disdamkarmat Garut juga memastikan setiap penanganan yang memerlukan tindak lanjut dapat diselesaikan melalui koordinasi lintas instansi. Misalnya, hasil evakuasi satwa liar seperti ular dan kera diserahkan kepada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA). Sementara penanganan anak korban perundungan diteruskan kepada dinas yang membidangi perlindungan perempuan dan anak, penanganan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dikoordinasikan dengan Dinas Sosial, sedangkan warga yang mengalami depresi ditindaklanjuti bersama Dinas Kesehatan.

Menurut Usep, penyelesaian secara menyeluruh tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Relawan Kebakaran (REDKAR) yang selama ini aktif membantu pelaksanaan tugas di lapangan. Keberadaan REDKAR, kata dia, menjadi salah satu aspek yang mendapat penilaian positif karena menunjukkan keberhasilan pemberdayaan masyarakat dalam mendukung layanan pemadam kebakaran dan penyelamatan.

"Alhamdulillah, kami selalu didukung oleh REDKAR. Pemberdayaan relawan menjadi salah satu poin penilaian yang menunjukkan bahwa pelayanan kebakaran dan penyelamatan bukan hanya dilakukan oleh pemerintah, tetapi juga melibatkan partisipasi masyarakat," tutur Usep.

Ia berharap capaian tersebut menjadi motivasi bagi seluruh personel Disdamkarmat Garut untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, profesionalisme, dan kecepatan respons dalam membantu masyarakat pada setiap kondisi darurat.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka