Garut Jadi Pilot Project Kelas Ayah Idaman Jawa Barat, Dorong Peran Aktif Ayah Sejak Masa Kehamilan


[Foto bersama]

SuaraGarut.id – Kabupaten Garut dipercaya menjadi lokasi pelaksanaan kick off Kelas Ayah Idaman tingkat Provinsi Jawa Barat. Program hasil kolaborasi antara BKKBN Jawa Barat, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Jawa Barat, dan Pemerintah Kabupaten Garut ini digelar di Tempat Praktik Mandiri Bidan (TPMB) Husnul Khotimah yang berlokasi di Jalan Pembangunan, Sekretariat IBI Kabupaten Garut. Program ini bertujuan memperkuat peran ayah dalam mendampingi keluarga, mulai dari perencanaan kehamilan hingga tumbuh kembang anak.

Kegiatan tersebut diharapkan menjadi model yang akan direplikasi di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Dr. Dadi Ahmad Roswandi, mengatakan Kelas Ayah Idaman merupakan bagian dari rangkaian program nasional yang bertujuan meningkatkan keterlibatan ayah dalam kehidupan keluarga.

"Garut menjadi episentrum sekaligus best practice bagi Gerakan Ayah Teladan di Jawa Barat. Kami ingin mendorong ayah berpartisipasi aktif dalam tumbuh kembang anak, dimulai sejak perencanaan kehamilan, mendampingi pemeriksaan kehamilan, proses persalinan, masa nifas, hingga mendukung program KB pasca persalinan," ujarnya.

Ia menegaskan, peran ayah tidak boleh hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir secara emosional dan bertanggung jawab dalam setiap fase kehidupan anak, mulai dari bayi, balita, remaja, hingga dewasa.

Menurutnya, berbagai inovasi yang telah berjalan di Garut menjadikan daerah tersebut layak dijadikan percontohan bagi 26 kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat.

"Kami akan mengembangkan mini project di Garut yang nantinya diadopsi oleh seluruh pengurus cabang IBI dan dinas yang membidangi keluarga berencana di Jawa Barat," katanya.

Ketua Pengurus Daerah IBI Jawa Barat, Bdn. Mira Karmila, mengatakan Garut dipilih karena telah memiliki berbagai inovasi pelayanan yang melibatkan peran ayah dalam pendampingan kehamilan.

"Banyak inovasi pelayanan yang mendukung keterlibatan ayah selama ini sudah berjalan di Garut. Karena itu kami menetapkan daerah ini sebagai pilot project sekaligus lokasi launching Kelas Ayah Idaman," ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara bidan, pemerintah daerah, dan keluarga mampu mewujudkan keluarga yang sehat dan berkualitas.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut, Yayan Waryana, mengaku bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Garut.

"Ini merupakan kehormatan bagi Kabupaten Garut menjadi tuan rumah kick off Kelas Ayah Idaman. Seluruh pemangku kepentingan hadir bersama untuk memberikan edukasi kepada para ayah agar mampu menjalankan perannya bukan hanya sebagai suami, tetapi juga sebagai teman, pendamping, pelindung, dan pengayom bagi seluruh anggota keluarga," katanya.

Menurut Yayan, penguatan peran ayah menjadi salah satu langkah penting dalam membangun keluarga berkualitas dan mendukung upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Sementara itu, Ketua IBI Kabupaten Garut sekaligus pemilik TPMB yang menjadi lokasi kegiatan, Husnul Khotimah, mengatakan keterlibatan ayah sangat menentukan keberhasilan pelayanan kesehatan ibu hamil.

"Selama hampir 30 tahun menjadi bidan, saya merasakan bahwa keputusan-keputusan penting dalam kehamilan sangat membutuhkan dukungan ayah. Dengan melibatkan ayah sejak awal, kami dapat memberikan pelayanan yang lebih maksimal sehingga ibu dan bayi dapat selamat, serta ayah ikut merasakan kebahagiaan," ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam Kelas Ayah Idaman para calon ayah diberikan pemahaman mengenai cara mendampingi istri selama kehamilan, mengenali tanda bahaya kehamilan, hingga pentingnya menjaga kesehatan ibu agar melahirkan generasi yang sehat dan berkualitas.

Selain itu, para peserta juga diberikan edukasi mengenai kehamilan berisiko tinggi, seperti kehamilan pada usia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun, jarak kehamilan yang terlalu dekat, maupun ibu hamil dengan penyakit penyerta yang memerlukan pengawasan lebih intensif dari tenaga kesehatan.

Berdasarkan data yang disampaikan BKKBN Jawa Barat, prevalensi fatherless di Jawa Barat mencapai 29,5 persen, lebih tinggi dibandingkan angka nasional. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan pentingnya menghadirkan Kelas Ayah Idaman sebagai upaya meningkatkan keterlibatan ayah dalam pengasuhan, pendampingan ibu hamil, serta pembentukan keluarga yang berkualitas.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat berharap lahir semakin banyak ayah yang berperan aktif dalam pengasuhan anak dan pendampingan keluarga, sehingga mampu menciptakan keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka