- Oleh Redaksi
- 24, Jun 2026
SuaraGarut.id – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Meta Indonesia sepakat membentuk tim bersama guna memperkuat penanganan maraknya spam promosi judi online yang belakangan membanjiri kolom komentar di berbagai platform media sosial.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid dengan jajaran Meta Indonesia di Jakarta, Selasa (30/6/2026). Tim bersama ini akan difokuskan untuk mempercepat penanganan modus baru penyebaran promosi judi online melalui komentar spam.
"Hari ini kami bertemu dengan Meta dan menemukan kesepakatan yang menurut kami penting. Kami akan membentuk tim bersama dalam kerangka memberantas dan mengatasi judi online, khususnya modus terbaru berupa komentar-komentar spam yang meresahkan masyarakat," kata Meutya Hafid usai bertemu Meta di Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Komdigi mencatat dalam dua pekan terakhir terjadi lonjakan sekitar 128 persen spam promosi judi online dibandingkan rata-rata temuan selama periode Januari hingga Juni 2026.
Hasil analisis menunjukkan para pelaku memanfaatkan jaringan bot yang terorganisasi untuk membanjiri kolom komentar pada akun-akun dengan jangkauan publik tinggi, seperti akun pemerintah, media massa, tokoh publik, hingga influencer. Berdasarkan pemantauan Komdigi, aktivitas tersebut paling banyak ditemukan di platform Instagram dan Facebook.
Meutya menjelaskan, penanganan spam pada kolom komentar memiliki tantangan tersendiri dibandingkan dengan pemblokiran situs atau akun pelaku judi online. Menurutnya, pemerintah memiliki kewenangan melakukan tindakan preventif terhadap akun atau konten yang melanggar hukum, namun tidak dapat menghapus komentar yang berada di akun resmi milik pemerintah maupun tokoh publik karena kewenangan tersebut berada di platform.
"Yang menjadi sasaran justru akun-akun resmi karena memiliki jangkauan luas. Sementara intervensi terhadap kolom komentar berada pada platform. Teknologinya ada di platform. Karena itu kami mengharapkan Meta memperkuat sistem moderasi, deteksi bot, dan penyaringan spam agar ruang digital Indonesia lebih terlindungi," tegasnya.
Selain menggandeng Meta, Komdigi juga terus berkoordinasi dengan Polri, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) untuk memperkuat penegakan hukum, memutus aliran dana, sekaligus membongkar jaringan kejahatan digital di balik promosi judi online.
Sementara itu, Head of Public Policy Meta Indonesia, Berni Moestafa, menyatakan pihaknya siap meningkatkan kerja sama dengan pemerintah dalam menghadapi perkembangan modus pelaku kejahatan digital.
"Pelaku terus mengubah cara mereka beroperasi dan selalu beradaptasi sehingga tantangan pencegahannya semakin kompleks. Karena itu Meta siap berkolaborasi dengan Komdigi dan membentuk tim bersama untuk memperkuat penanganan spam promosi judi online," ujarnya.
Melalui tim bersama tersebut, Komdigi dan Meta akan berfokus pada penguatan sistem moderasi, percepatan deteksi akun bot, peningkatan efektivitas penanganan komentar spam, serta memperkuat koordinasi dalam menghadapi berbagai perkembangan modus kejahatan digital di ruang siber.***
Belum ada komentar.