- Oleh Redaksi
- 25, Jun 2026
SuaraGarut.id – Festival Baso Aci 2026 kembali digelar sebagai salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat keberadaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Garut. Kegiatan yang diselenggarakan Vortable Indo Creative Industry ini resmi dibuka oleh Asisten Daerah I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Pemkesra) Setda Garut, Bambang Hafidz, di Halaman Parkir Citimall Garut, Kecamatan Karangpawitan, Kamis (2/7/2026).
Memasuki penyelenggaraan yang keenam, festival tersebut diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat sekaligus memperkenalkan baso aci sebagai salah satu kuliner khas Garut kepada masyarakat yang lebih luas.
Asisten Daerah I Garut, Bambang Hafidz, mengapresiasi konsistensi Vortable Indo Creative Industry dalam menggelar Festival Baso Aci setiap tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi sarana yang efektif untuk menggerakkan perekonomian daerah melalui penguatan sektor UMKM.
"Karena kemajuan suatu bangsa itu dapat terlihat dari jumlah wirausahawan. Termasuk tentu wirausahawan itu di sektor UMKM dan hari ini atas peran serta yang besar dari Vortabel dan juga didukung oleh tentu sponsor lain dan Disparbud. Juga tentu kita akan menggerakkan perekonomian masyarakat," ucap Bambang.
Ia juga menyampaikan pesan dari Bupati dan Wakil Bupati Garut agar kegiatan yang berdampak langsung terhadap perekonomian masyarakat terus diperbanyak.
"Beliau menitipkan pesan bahwa kegiatan ini harus diperbanyak, bahkan dalam berbagai acara pun kegiatan apapun harus mampu menggerakkan ekonomi," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengungkapkan pihaknya sedang mengusulkan Baso Aci Garut sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB). Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat identitas kuliner daerah sekaligus meningkatkan nilai ekonomi produk lokal.
"Karena kalau melihat dari sejarah, dari tahun 1930 baso aci ini sudah berkembang di Kabupaten Garut. Jadi sing percanten bahwa baso Aci itu lahir di Garut," katanya.
Menurut Beni, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), perputaran ekonomi dari sektor baso aci di Kabupaten Garut pada akhir pekan bisa mencapai Rp1,5 miliar hingga Rp2 miliar. Aktivitas tersebut turut memberikan dampak positif terhadap sektor usaha lainnya.
"Dengan kegiatan ini, kami berharap ini menjadi salah satu gerakan masif kita, semua kita dorong, semua elemen masyarakat Kabupaten Garut kita dorong melakukan aktivitas ekonomi sehingga pergerakan ekonomi di Kabupaten Garut ini semakin lebih baik lagi," paparnya.
Di sisi lain, perwakilan Vortable Indo Creative Industry, Dhani Omar Dhien, mengenang awal penyelenggaraan Festival Baso Aci pada 2019 yang saat itu belum banyak mendapat perhatian. Namun, konsistensi pelaksanaan selama enam tahun menjadi bukti bahwa baso aci telah menjadi bagian dari identitas kuliner Garut.
"Kami berani bersaksi bahwa di 42 kecamatan hampir di setiap RT atau RW pasti ada tukang baso acinya. Dan bisa dipastikan bahwa hampir semua penduduk Garut itu bisa bikin baso aci," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, festival juga menghadirkan Lomba Kreasi Baso Aci yang melibatkan berbagai organisasi perempuan sebagai upaya melestarikan kuliner khas daerah.
"Dan lewat itulah yang menjadi semangat kami untuk mengadakan Festival Baso Aci setiap setahun sekali, dan khusus di tahun ini kami menyelenggarakan lomba kreasi makan baso aci di pembukaan yang mengajak ibu-ibu dari berbagai organisasi wanita, karena kami menilai bahwa baso aci ini adalah makanan yang harus dilestarikan," tandasnya.
Festival Baso Aci 2026 akan berlangsung hingga Minggu (5/7/2026) dengan menghadirkan lebih dari 30 tenant kuliner. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat promosi baso aci sebagai kuliner khas Garut, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi para pelaku UMKM.***
Belum ada komentar.