Garut Kejar Target Imunisasi 95 Persen, Putri Karlina Monitoring ke Lapangan


[Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, meninjau langsung pelaksanaan imunisasi campak susulan di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, didampingi Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.]

SuaraGarut.id – Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, melakukan kunjungan monitoring pelaksanaan imunisasi campak susulan yang digelar oleh Puskesmas Pembangunan di Kampung Panawuan, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut. Kegiatan ini turut didampingi oleh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

Putri Karlina menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari imunisasi susulan bagi anak-anak yang belum sempat mendapatkan vaksin pada pelaksanaan sebelumnya.

"Monitoring imunisasi ini kan yang susulan, ya. Ini gelombang duanya lah. Yang kemarin-kemarin pas gerakan besarnya belum terimunisasi, hari ini disamperin lagi. Karena mungkin di waktu yang pertemuan kemarin anaknya lagi sakit, lagi nggak bisa datang, berhalangan, jadi disusulin hari ini." kata Putri saat ditemui di lokasi imunisasi, Rabu 29 April 2026.

Ia menyebutkan, untuk wilayah yang dipantau saat ini terdapat puluhan anak yang menjadi sasaran imunisasi.

"Dari tiga RW ini ada 72 orang." katanya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sebagian masyarakat yang menolak atau belum bisa mengikuti imunisasi karena berbagai alasan, termasuk kondisi kesehatan anak.

"Nah, kalau sekarang kita targetnya tuntas semua, tapi mungkin masih ada yang sakit lagi, itu nanti bisa ngejar ke Puskesmas kali ya, gitu. Ada jadwal susulan juga untuk di Puskesmas." ucapnya.

Secara keseluruhan, Pemerintah Kabupaten Garut menargetkan capaian imunisasi minimal 95 persen untuk memastikan perlindungan optimal bagi anak-anak dari penyakit campak.

"Harus semuanya! Minimal 95%. 5% kan itu sedikit lagi, gitu. Cuman ya nggak tahu nih di lapangan nanti akhirnya berapa." katanya.

Hingga saat ini, capaian imunisasi campak di Kabupaten Garut tercatat masih di bawah target yang ditetapkan.

"Sampai hari ini tuh baru 91,7% se-Kabupaten. Berarti masih kurang 4% lagi." katanya.

Menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait efek samping imunisasi, Putri Karlina menegaskan bahwa kondisi seperti demam merupakan hal yang wajar dan masih dalam batas aman.

"Wajar. Jadi sebenarnya kan namanya efek biologis setiap orang pasti beda. Tapi kan itu teh adalah efek samping yang terhitung dan terprediksi, dan ada obatnya.

Mungkin kalau misalnya ada orang tua yang masih ragu atau pernah mengalami sendiri, ya kadang-kadang kita juga harus memahami ya bahwa panas, demam itu adalah efek samping imunisasi dan jangan khawatir, kuncinya jangan khawatir aja.

Selama pas datang memenuhi kualifikasi untuk diimunisasi, misalnya tidak dalam keadaan sakit, tidak dalam keadaan demam. Dan orang tua juga harus jujur ya, kalau misalnya anaknya lagi sakit ya bilang lagi sakit, gitu." katanya.

Melalui kegiatan monitoring ini, Pemerintah Kabupaten Garut berharap capaian imunisasi dapat segera memenuhi target, sehingga kekebalan kelompok (herd immunity) dapat terbentuk dan melindungi anak-anak dari risiko penyebaran penyakit campak.

Dalam upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi, pihak Puskesmas Pembangunan turut mengimbau warga agar tidak ragu membawa anak ke Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap, khususnya imunisasi campak.

Kepala Puskesmas Pembangunan, drg. Tutun Rendrawulan, menjelaskan bahwa imunisasi tidak hanya memberikan perlindungan bagi individu, tetapi juga memiliki dampak luas bagi masyarakat.

“Imunisasi ini tidak hanya melindungi anak kita saja, tetapi juga melindungi kelompok usia rentan lainnya. Dengan cakupan imunisasi yang tinggi, akan terbentuk kekebalan kelompok atau herd immunity sehingga masyarakat secara keseluruhan menjadi lebih terlindungi,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa imunisasi dasar lengkap harus dipenuhi sejak usia dini, yakni mulai dari bayi hingga usia 18 bulan. Hal ini penting untuk memastikan anak memiliki perlindungan optimal terhadap berbagai penyakit menular.

Menurutnya, kekhawatiran masyarakat terhadap efek samping imunisasi seringkali menjadi penghambat. Padahal, imunisasi campak termasuk salah satu yang paling aman.

“Jangan khawatir dan jangan takut. Sebelum imunisasi dilakukan, tentu ada proses screening terlebih dahulu untuk memastikan kondisi anak sehat dan layak. Efek samping seperti demam juga relatif sangat ringan, bahkan hampir tidak ada,” jelasnya.

Hal senada disampaikan Koordinator Imunisasi Puskesmas Pembangunan Fauzia, yang mengajak masyarakat untuk aktif mendukung pelaksanaan program imunisasi.

Ia menekankan pentingnya partisipasi orang tua dalam menyukseskan Gerakan ORI Campak dengan mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat, seperti Posyandu.

“Peran orang tua sangat penting. Mari kita bersama-sama menyukseskan program imunisasi ini demi kesehatan anak-anak kita dan masyarakat secara luas,” katanya.

Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, diharapkan cakupan imunisasi dapat terus meningkat sehingga mampu mencegah penyebaran penyakit menular dan melindungi generasi mendatang.***

  • -

0 Komentar :

    Belum ada komentar.

Mungkin anda suka