Beranda Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Longsor di Sukaresmi Garut, Dua Rumah Terdampak

Hujan Intensitas Tinggi Sebabkan Longsor di Sukaresmi Garut, Dua Rumah Terdampak

Oleh, Redaksi
3 jam yang lalu - waktu baca 2 menit
Longsor Akibat Hujan Lebat Tutup Akses Warga di Sukaresmi Garut/IST

SuaraGarut.id – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Garut memicu terjadinya tanah longsor di Kampung Cihaneut, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi. Peristiwa tersebut terjadi akibat kondisi tanah yang jenuh dan labil setelah diguyur hujan deras sejak siang hari.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, mengatakan longsor dipicu ambruknya tembok penahan tanah (TPT) yang berada di lokasi kejadian. Material longsoran menutup akses jalan lingkungan dan berdampak pada rumah warga.

"Telah terjadi longsor akibat ambruknya TPT di Kampung Cihaneut, Desa Sukalilah, Kecamatan Sukaresmi kemarin petang. Kejadian ini dipicu intensitas hujan yang tinggi," ujar Aah, Rabu, 4 Februari 2026.

Ia menjelaskan, BPBD Garut menerima laporan kejadian pada Rabu dini hari dan langsung menerjunkan Unit Reaksi Cepat (URC) ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat sekaligus asesmen dampak bencana.

Berdasarkan hasil kaji cepat, longsor menyebabkan TPT sepanjang sekitar 20 meter dengan tinggi kurang lebih 4 meter ambruk. Material berupa tanah dan bebatuan menimbun jalan lingkungan sepanjang 20 meter dengan ketebalan mencapai sekitar 2 meter.

Aah menambahkan, selain faktor cuaca ekstrem, terdapat kelemahan teknis pada konstruksi TPT yang baru dibangun. Di antaranya tidak dilengkapi struktur penguatan seperti pembesian atau kolom, tidak memiliki saluran drainase, serta kemiringan dinding yang terlalu curam hingga mencapai 85 derajat.

"Dampak kejadian ini menyebabkan dua unit rumah warga terdampak material longsor pada bagian halaman. Rumah tersebut masing-masing milik warga bernama Ipin dan Darmin," ucapnya.

Selain dua rumah terdampak, BPBD Garut mencatat sebanyak lima rumah lainnya terancam terdampak longsor susulan. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 23 jiwa, termasuk balita dan anak-anak.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, BPBD Garut mengimbau warga untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Saat ini, warga bersama unsur Forkopimcam, perangkat desa, dan tokoh masyarakat bergotong royong membersihkan material longsor yang menutup jalan.

“Kebutuhan mendesak saat ini adalah terpal untuk menutup mahkota longsoran agar air tidak kembali masuk ke celah tanah, serta bantuan logistik bagi warga yang melakukan kerja bakti,” kata Aah.

Ia menambahkan, BPBD Garut merekomendasikan dilakukan kajian teknis lanjutan oleh dinas terkait guna pembangunan kembali TPT yang lebih permanen dan aman.

Sumber Kabar Garut

Rekomendasi

0 Komentar

Anda belum bisa berkomentar, Harap masuk terlebih dahulu.